logo

Istana Undang BEM SI, Ajak Diskusi Samakan Persepsi

Istana Undang BEM SI, Ajak Diskusi Samakan Persepsi

Moeldoko dan 12 tuntutan mahasiswa. (YouTube).
23 Oktober 2021 06:26 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Di tengah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021) lalu, aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta. 

Lantaran  diadang aparat kepolisian sejak di titik kumpul, di seputar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jl Thamrin, Jakarta Pusat,  aksi mereka akhirnya dipusatkan di depan Gedung Sapta Pesona itu.

Aksi demo BEM SI dilakukan dalam rangka menyampaikan 12 tuntutan atas kepemimpinan Presiden Jokowi yang telah berjalan selama 7 tahun. Ke-12 tuntutan tersebut akhirnya diterima Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menyempatkan mendatangi perwakilan mahasiswa di tengah kerumunan pendemo.

Moeldoko menemui mahasiswa pendemo di depan Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat sekitar pukul 16.50 WIB. Ia berjalan dari arah dalam kawat duri yang berseberangan dengan para demonstran. Kemudian,  Koordinator Pusat BEM SI Kaharuddin bersama lima perwakilan mahasiswa lainnya menyampaikan tuntutan tersebut kepada mantan Panglima TNI itu.

Moeldoko menjelaskan, kehadirannya menemui mahasiswa pendemo mengindikasikan bahwa pemerintah tidak menutup pintu untuk berkomunikasi dengan siapa pun termasuk mahasiswa. "Saya hadir di sini untuk memberikan peluang kepada siapa pun untuk berbicara," kata Moeldoko dalam tayangan di YouTube KompasTV, dilihat Suarakarya.id, Sabtu (23/10/2021).

Menurut Moeldoko, ada 12 tuntutan yang disampaikan mahasiswa kepada pemerintah. 

"Yang ingin saya bangun, komunikasi yang baik adalah nanti saya akan mengundang mereka untuk berdiskusi, kenapa pemerintah melakukan langkah-langkah seperti itu?!" 

"Agar nyambung antara sebuah kebijakan dengan pemahaman yang ada di masyarakat," ujarnya.

Untuk itulah, ucapnya, pemerintah sangat terbuka untuk berdialog dengan siapa pun agar ada sebuah pemahaman yang sama. 

"Mungkin adik-adik kita memiliki background yang kurang. Nah, proses dialog ini bagus. Yang pertama bahwa kita terbuka. Yang kedua, ini sebuah proses bagi adik-adik agar mereka nanti kalau menjadi seorang pemimpin memiliki berbagai pengalaman-pengalaman yang selama ini diperjuangkan," tutur Moeldoko.

"Agar apa? Agar, mereka paham bahwa dalam mengelola negara itu, apalagi negara sebesar ini (Indonesia), tidak mudah. Perlu sebuah kerja keras yang selama ini sudah ditunjukkan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo). Kerja kerasnya luar biasa hingga persoalan-persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan. Di antaranya, Covid-19 bisa diselesaikan dengan baik, ekonomi juga mulai bertumbuh dengan baik, ya?!" ungkap Moeldoko.

Usai menemui mahasiswa dan memberikan pernyataan, Moeldoko meninggalkan lokasi. Massa mahasiswa pun kemudian membubarkan diri sekitar pukul 17.25 WIB, Kamis (21/10/2021) sore itu dengan tertib.

Tuntut Jokowi Mundur

Dari laporan sejumlah media online, saat aksi unjuk rasa BEM SI berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2021), teriakan meminta Jokowi mundur dari jabatannya sebagai presiden terus menggema. "Mundur, mundur, Jokowi," teriak orator dari mobil komando yang diikuti massa aksi.

Selain menyampaikan aspirasinya lewat orasi, massa juga membawa sejumlah poster bertuliskan kritikan kepada Jokowi, seperti 'Gruduk Istana Oligarki', '7 Tahun Jokowi Khianati Rakyat,'  dan 'Reformasi Habis Dikorupsi Oligarki.'

Dari undangan yang disebarkan BEM SI, mereka menyebut Jokowi mengkhianati rakyat. Mereka menilai selama tujuh tahun pemerintahan Jokowi, banyak persoalan yang belum terselesaikan dan janji kampanye yang harus dipenuhi.

Mahasiswa melihat dari segala sudut pandang dan latar belakang kekurangan-kekurangan yang ada pada kebijakan Jokowi yang  harus terus diperbaiki. 

Tertulis dalam undangan BEM SI, "Tujuh tahun Jokowi mengkhianati rakyat. Maka dari itu, kami mengajak seluruh Mahasiswa di Indonesia dari sabang sampai merauke dan seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti Aksi Nasional, Seruan Gruduk Istana Oligarki." 

Memang, Rabu, 20 Oktober 2021, tepat tujuh  tahun Presiden Jokowi memimpin pemerintahan Indonesia. Dua tahun terakhir, Jokowi bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin Indonesia setelah resmi memenangi Pilpres 2019. Sementara lima tahun periode pertamanya, dilalui Jokowi bersama Jusuf Kalla sebagai wakil presiden setelah resmi terpilih memimpin Indonesia di Pilpres 2014. 

Ultimatum Jokowi 3X24 Jam

Selain di Istana Negara, Jakarta, aksi unjuk rasa juga diklaim BEM SI digelar di sejumlah wilayah di Indonesia. Aksi mereka membawa 12 tuntutan yang ditujukan ke pemerintahan Jokowi.

Ke-12 tuntutan BEM SI ini sempat dibacakan dalam orasi salah seorang perwakilan BEM SI di seputar Patung Kuda, depan Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.

Pada akhir pembacaan tuntutan, massa mahasiswa mengultimatum Presiden Jokowi untuk segera merespon tuntutan mereka dalam waktu 3×24 jam.

"(Kami) Mengultimatum kepada Presiden Jokowi dalam 3×24 jam, tuntutan kita tidak terpenuhi maka kami akan turun lagi," tutup Kahar, Koordinator Pusat BEM SI, seperti dilaporkan CNNIndonesia.com.

Berikut tuntutan lengkap dari aksi unjuk rasa BEM SI yang disebarkan ke media. 

1. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

2. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif rendah.

3. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk mengembangkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalam negeri, tanpa menjadikan utang luar negeri sebagai salah satu sumber pembangunan negara.

4. Wujudkan kebebasan sipil seluas-luasnya sesuai amanat konstitusi dan menjamin keamanan setiap orang atas hak berpendapat dan dalam mengemukakan pendapat serta hadirkan evaluasi dan reformasi di tubuh institusi Polri.

5. Wujudkan supremasi hukum dan HAM yang berkeadilan, tidak tebang pilih dan tuntaskan HAM masa lalu.

6. Berhentikan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, Batalkan TWK, hadirkan perppu atas UU KPK Nomor 19 Tahun 2019 serta kembalikan marwah KPK sebagai realisasi janji-janji Jokowi dalam agenda pemberantasan Korupsi.

7. Menuntut pemerintah untuk memberikan afirmasi PPPK guru berusia diatas 35 tahun dan masa mengabdi lebih dari 10 tahun untuk diprioritaskan kelulusannya serta mengangkat langsung guru honorer yang berusia diatas 50 tahun.

8. Menuntut pemerintah untuk segera meningkatkan kualitas pendidikan baik dari segi peningkatan kualitas guru indonesia maupun pemerataan sarana dan infrastruktur penunjang pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

9. Menuntut pemerintah untuk mengembalikan independensi Badan Standar Nasional Pendidikan.

10. Mendesak Presiden Jokowi untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk membatalkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba

11. Mendesak pemerintah segera memenuhi target bauran energi dan segera melakukan percepatan transisi energi kotor menuju energi baru terbarukan.

12. Penegasan UU pornografi sebagai regulasi hukum untuk menanggulangi konten pornografi yang berdampak pada maraknya pelecehan seksual.

Respon Sinis Netizen

Aksi unjuk rasa BEM SI mendapat berbagai tanggapan dari netizen atau warganet. Kebanyakan di antara mereka mengecam keras aksi mahasiswa tersebut yang dinilainya kurang pas karena dilakukan di tengah pandemi manakala pemerintah sedang bersusah payah mengatasinya. 

Mereka justru menyesalkan mahasiswa yang seharusnya belajar malah demo lantaran ditunggangi kepentingan politik tertentu. Desakan mahasiswa agar Jokowi mundur dinilainya ngawur karena kinerja Jokowi dan pemerintah justru dinilainya bagus. 

Berikut sejumlah komentar netizen merespon pemberitaan Suara.com berjudul 'Teriakan Mundur Jokowi Menggema Saat Aksi Demo BEM SI', Kamis, 21 Oktober 2021.

Hamdan Zakaria

Massa hanya segelintir dan bisa dihitung jari sok minta presiden mundur. Mmg kalian mau ganti siapa. Dan apakah dengan mundurnya presiden dapat menyelesaikan masalah yang sudah salah kelola dari Presiden sebelumnya. Jangan sok paling pintar, yang ga habis pikir yang kalian bawa nama rakyat. Rakyat yang mana. Setahu saya Presiden pilihan rakyat mayoritas. Udahlah sabar jangan kalian mau dipengaruhi oleh lawan politik yang haus kekuasaan. Gerakan kalian saat ini tidaklah murni. Beda dengan gerakan mahasiswa 98 itu benar2 dari hati Nurani rakyat. Jadi jangan mimpi untuk mengganti presiden.

Sabrisabri

Terus mau di ganti siapa.? Apakah gantinya lbh hebat ? Mahasiswa sok kritis,sok pintar .Jokowi dipilih mayoritas rakyat Indonesia jd jgn asal nyuruh" mundur

Mariana Eva Pratiwi

Melihat mahasiswa skrg, aku muak, dema demo, nuntut presiden mundur, ekonomi baru akan pulih , mahasiswa bikin resah aja, apa sih kontribusimu pada negara ini? Sekali lagi aku muak lihat mhsw skrg. ***

Editor : Pudja Rukmana