logo

Bonus Demografi, Kemnaker Gencar Tingkatkan Kompetensi Calon Pekerja

Bonus Demografi, Kemnaker Gencar Tingkatkan Kompetensi Calon Pekerja

Menaker Ida Fauziyah.(foto,ist)
22 Oktober 2021 22:52 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus meningkatkan kompetensi pencari kerja. Peningkatan dilakukan melalui berbagai pelatihan vokasi baik yang dilakukan Pemerintah maupun swasta.

Hal itu dikemukakan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, saat menerima audiensi PT Grab Teknologi Indonesia secara virtual, dari Jakarta, Jumat (22/10/2021).

“Peningkatan kompetensi calon pekerja ini yang sedang kita lakukan,” ucapnya. Menaker menjelaskan, pihaknya gencar melakukan peningkatan kompetensi calon pekerja, mengingat dalam profil ketenagakerjaan Indonesia didominasi pencari kerja yang berpendidikan SMP ke bawah dan skill terbatas, yang pada akhirnya produktivitasnya pun terbatas.

“Ini pekerjaan terberat kita. Padahal kita akan punya bonus demografi, yakni usia produktifnya dominan 70 persen, dan menjadi tidak baik kalau tidak diikuti oleh kompetensi yang belum memiliki daya saing,” tuturnya.

Dikatakannya, pelatihan vokasi dipilih karena Pemerintah tidak bisa memaksakan orang yang bukan lagi usia kerja. Intuk kembali mengikuti pendidikan vokasi atau pendidikan formal. Upaya Kemnaker dalam mewujudkan pencari kerja yang kompeten, terangnya, dengan cara menggencarkan pembangunan BLK Komunitas di tengah-tengah masyarakat.

"Ini sebagai upaya mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat,” ujarnya. Untuk itu, sambungnya, sejak 2017 hingga 2020, Kemnaker telah membangun 2.127 BLK Komunitas, yang melatih masyarakat dengan berbagai kejuruan dan program pelatihan.

Sedangkan dari sisi kualitas, Kemnaker, telah mengembangkan program kejuruan di BLK Komunitas menjadi 24 program kejuruan. Selain itu, BLK Komunitas juga didorong untuk bekerja sama dengan industri setempat.

“Sehingga pelatihan vokasi yang diselenggarakan di BLK Komunitas, memiliki relevansi dengan kebutuhan industri setempat,” jelasnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto