logo

BPJAMSOSTEK Mojokerto Serahkan Santunan Di Hari Santri 2021

BPJAMSOSTEK Mojokerto Serahkan Santunan Di Hari Santri 2021

22 Oktober 2021 17:38 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - MOJOKERTO: Momen Hari Santri Nasional 2021 dimanfaatkan BPJAMSOSTEK Cabang Mojokerto untuk memberi pemahaman tentang pentingnya perlindungan sosial bagi para pekerja dari kalangan santri. Mereka meyakini, para santri itu ke depannya akan menjadi pelaku-pelaku ekonomi yang bisa diandalkan.

Ungkapan itu disampaikan Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Mojokerto, Zulkarnain Mahading, saat menghadiri peringatan Hari Santri di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mojokerto, Jum'at (22/10/2021). "Kami mengucapkan Selamat Hari Santri. Peringatan setiap tanggal 22 Oktober ini merupakan penghargaan kepada kaum santri atas peran dan pengabdiannya, selama ini," ujarnya.

Kelak,  kata dia, para santri ini akan menjadi pelaku usaha secara mandiri (wirausaha). Dia juga meyakini akan banyak  pula santri yang  berperan sebagai pekerja di sektor formal maupun informal. 

BPJAMSOSTEK Cabang Mojokerto siap memberi dukungan terhadap para santri dalam bentuk perlindungan sosial ketenagakerjaan. Pihaknya memastikan kesiapannya untuk mengambil alih resiko para santri yang pelaku ekonomi itu,  bila mengalami hal tak terduga seperti kecelakaan kerja dan kematian.

Hanya dengan membayar iuran yang tak seberapa, kata dia, santri yang berhak atas beragam manfaat program BPJAMSOSTEK. Mulai dari klaim jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua hingga jaminan pensiun.

Pihaknya juga menjelaskan kepada para santri tentang manfaat beasiswa yang akan diterima anak-anak peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal dunia. Dalam kesempatan itu pihaknya menyerahkan manfaat beasiswa kepada 5 siswa yang orangtuanya mengalami musibah karena kecelakaan kerja dan kematian.

Diantaranya, dua anak Almarhum Adi Sanjaya,  masing-masing Nayyara Aqilah Farannisa dan Kayyisa Hafizia. Keduanya yang masih duduk di bangku kelas 3 dan 5 MI An Nahdliyah itu masing-masing mendapatkan beasiswa Rp1,5 juta pertahun dan Rp2 juta pertahun saat SLTP, Rp3 juta pertahun ketika SLTA dan beasiswa Rp12 juta pertahun saat kuliah kelak.

Beasiswa dengan nominal yang sama juga diberikan kepada Fathan Nafiis Huzaifa dan Fitri Dwi Anggraini. Siswa kelas 6 MI Pancasila  dan MI Mambaul Ulum kelas 5 ini merupakan anak pekerja peserta BPJAMSOSTEK almarhumah Dyah Anggraini Deasy Suryandari dan Dewi Sujarwati.

Sedangkan Diandra Nursyam Adam yang duduk di bangku kelas 9 MTS Riyadlotul Uqul ini mendapatkan beasiswa Rp2 juta pertahun. Anak almarhum Sodikin ini juga akan mendapatkan beasiswa Rp3 juta pertahun kalau sudah SLTA dan Rp12 juta pertahun saat kuliah kelak. 

Menurut Zulkarnain Mahading, pemberian beasiswa itu merupakan bukti nyata kepedulian negara terhadap masyarakat pekerja. Pihaknya berharap, ke depan  tidak ada lagi anak pekerja yang putus sekolah, hanya karena tulangpunggung keluarganya mengalami musibah.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH