logo

Solo Indonesia Culinary Festival 2021 Promosikan Kuliner Khas Solo

Solo Indonesia Culinary Festival 2021 Promosikan Kuliner Khas Solo

Ketua Dekranasda Solo yang juga istri Wali Kota Solo, Selvi Ananda (tengah) ikit mempromosikan makanan khas Solo tengkleng yamg dikemas dalam kaleng
22 Oktober 2021 16:11 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Solo Indonesia Culinary Festival, kembali digelar di Kota Solo, Jawa Tengah. Event yang digelar dalam rangkaian Solo Great Sale (SGS) 2021 tersebut berlangsung mulai Jumat (22/10/2021) hingga Minggu (23/10/2021).

Sebanyak 30 peserta pelaku usaha kuliner di Solo dan sekitarnya mengikuti event tahunan yang dilaksanakan di Solo Square Mal itu. Event tersebut untuk pertama kalinya digelar di mal setelah sebelumnya dilaksanakan di ruang publik.

"Solo itu surganya bagi orang yang suka makan, dalam istilah Jawanya keplek ilat. Jualan makanan apa saja di Solo pasti laku," kata Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa saat membuka Solo Indonesia Culinary Festival 2021.

Menurut Teguh, Kota Solo memiliki makanan dan minuman khas yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Makanan khas seperti tengkleng, sego liwet, wedang ronde, gudeg ceker, serabi dan lain-lain.

"Bisnis kuliner di Kota Solo menumbuhkan rantai usaha. Melalui Solo Indonesia Culinary Festival ini diharapkab bisa mempromosikan kuliner tradisional di Kota Solo yang mulai tenggelam oleh kuliner modern," jelasnya.

Sedangkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBi) Solo, Nugroho Joko Prastowo berharap melalui event tersebut, mampu mendorong kuliner Solo lebih maju. Pihaknya juga mendorong inovasi uang dilakukan pelaku usaha kuliner dengan mengemas produk mereka dengan kaleng.

"Seperti makanan khas Solo, tengkleng yang dikemas dalam kaleng ini menjadi inovasi. Kami juga melakukan pelatihan kepada pelaku usaha kuliner untuk kemasan," kata Joko.

Dalam pembukaan acara tersebut juga dihadiri Ketua Kadin Solo, Gareng S Haryanto dan Ketua Dekranasda Solo, Selvi Ananda. Menurut Selvi yang juga istri Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming itu, melalui festival tersebut tidak hanya kuliner Solo yang dikenalkan tetapi diharapkan juga mampu membangkitkan ekonomi di Kota Solo.

"Tadi juga ada inovasi makanan tengkleng yang dikemas dalam kaleng. Ini harus dilakukan agar tidak hanya warga Solo dan wisatawan yang datang ke Solo saja tetapi mereka yang di luar kota juga bisa menikmati karena sudah dikemas dalam kaleng," ujar Selvi.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Solo Indonesia Culinary Festival 2021, Daryono mengatakan tahun ini festival kuliner tersebut diselenggarakan kembali setelah tahun lalu ditiadakan karena pandemi Covid-19.

"Tahun ini, kami menggelar event kuliner dan karena pertimbangan protokol kesehatan (prokes) maka dilaksanakan di mal. Jika biasanya diikuti 200 peserta saat ini hanya 30 peserta saja," paparnya.

Selain itu, jika sebelumnya mengekspose seluruh kuliner sekarang mengundang 12 potensi agrowisata se Solo Raya baik dari sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang merupakan bahan baku kuliner.

"Kami juga difasilitasi Bank Indonesia Solo. Besok juga mendatangkan buyer sehingga ada semacam kerjasama B to B. Mereka melihat potensi agro di Solo Raya itu sangat luar biasa," kata Daryono.

Lebih lanjut Daryono mengatakan potensi kuliner di Solo sangat luar biasa tetapi jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Yogyakarta, Semarang serta Malang, potensi yang luar biasa tersebut belum digarap dengam bagus. Untuk itu pihaknya bersama BI menginisiasi pengemasan kuliner khas Solo dalam kaleng.

Dalam festival tersebut akan dilakukan pelatihan mulai hulu hingga hilir dampai teknis dam teknologi pengemasan makanan.

"Ada 30 pelaku kuliner mengikuti pelatihan ini dan kami datangkan pakar dari LIPI supaya potensi bisa diberdayakan tidak.hanya go nasionap tetapi juga go global," katanya lagi.

Pihaknya juga berharap kuliner Solo bisa menjadi media promosi atau ambasador toursm. Meskipun penyelenggaraan tahun ini lebih sederhana tetapi tetap edukasi dengan mengundang buyer. ***

Editor : Pudja Rukmana