logo

AXA Mandiri Salurkan Dana Surplus Underwriting Untuk Warga Terdampak Covid-19 Melalui Baznas

AXA Mandiri Salurkan Dana Surplus Underwriting Untuk Warga Terdampak Covid-19  Melalui Baznas

Ketua Baznas Noor Achmad dan pimpinan Axa Mandiri foto bersama usai peluncuran program bantuan warga terdampak Covid-19.
20 Oktober 2021 08:13 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Guna  membantu pemerintah mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19, PT AXA Mandiri Financial Services, menyalurkan sebagian dana surplus underwriting atas penjualan produk asuransi syariah tahun 2020 sebesar Rp. 646.818.582 disalurkan sebagai dana sosial melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Dana tersebut akan disalurkan melalui program-program Baznas dalam penanggulangan Covid-19 agar masyarakat tetap dapat bertahan selama pandemi.

Penyerahan sebagian dana surplus underwriting secara simbolis diserahkan oleh  Direktur AXA Mandiri Financial Services Uke Giri Utama kepada Ketua Baznas RI  Noor Achmad yang diselenggarakan secara virtual dan live melalui kanal YouTube BaznasTV, Selasa (19/10/2021).

Turut hadir dan menyaksikan Pimpinan Baznas Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Dirut BAZNAS M Arifin Purwakananta, Direktur Sales and Distribution Bank Syariah Indonesia Anton Sukarna dan Kepala Divisi CSR Baznas Agus Siswanto.

Dalam sambutannya KH. Noor Achmad, menyampaikan apresiasi kepada AXA Mandiri yang telah mempercayakan dana sosialnya melalui Baznas.

“Alhamdulillah kami masih dapat terus bekerja sama dengan AXA Mandiri. Kami berterima kasih dan mendukung penuh upaya AXA Mandiri dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyaluran sebagian dana surplus underwriting ini, yang tentunya akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat. Upaya AXA Mandiri yang terus-menerus menyebar kebaikan, terutama di situasi seperti ini akan berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Noor mengatakan, dana sosial dari AXA Mandiri ini akan digunakan untuk program darurat Baznas dalam penanggulangan Covid-19 seperti program pemberian paket darurat, Kita Jaga Kyai, Kita Jaga Usaha, dan Kita Jaga Yatim.

Program-program ini juga sebagai bentuk implementasi dukungan dana zakat, infak, dan sedekah dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanggulangan Covid-19. 

Sementara itu, Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Uke Giri Utama mengatakan, penyaluran sebagian dana surplus understanding merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengedepankan amanah dari para pemegang polis asuransi syariah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Pemberian sebagian dana surplus underwriting untuk kepentingan sosial ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mengedukasi masyarakat bahwa manfaat mempunyai asuransi syariah adalah sekaligus memberi kesempatan masyarakat untuk saling berbagi terhadap sesama," tutur Uke.

Uke menjelaskan, dana dana surplus underwriting adalah selisih antara pendapatan dan pengeluaran dana tabarru’ untuk tahun berjalan sebagaimana ditetapkan dalam Polis.

Biasanya selisih dari kontribusi para peserta asuransi syariah ke dalam Dana Tabbaru ini didapatkan setelah dikurangi pembayaran santunan atau klaim kontribusi asuransi dan penyisihan teknis dalam satu periode tertentu.

"Pada tahun 2020, dana underwriting yang berhasil terkumpul adalah Rp640 juta," ujarnya. Menurut Uke, dana surplus underwriting tidak lepas dari peran nasabah yang mempercayakan perlindungan asuransi dan perencanaan keuangan kepada AXA Mandiri Syariah.

Atas dasar itu, dia pun mengajak masyarakat untuk terus menggunakan asuransi syariah dari AXA Mandiri.

Sebab selain untuk memproteksi diri, asuransi syariah dari AXA Mandiri juga sekaligus bisa membantu masyarakat, apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Sejak tahun 2012, AXA Mandiri telah menyalurkan sebagian dana surplus underwriting kepada Baznas. Kerja sama ini telah memberikan dampak positif bagi pemenuhan kebutuhan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang dikelola Baznas.

Program-program tersebut di antaranya adalah bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan kemanusiaan. ***