logo

Pertanian Makin Keren, Kementan Kenalkan Alat Bantu Prediksi Erosi

Pertanian Makin Keren, Kementan Kenalkan Alat Bantu Prediksi Erosi

17 Oktober 2021 15:40 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Pertanian terus membantu petani memprediksi terjadinya erosi, atau terkikisnya tanah  oleh air atau angin. Erosi diantaranya disebabkan perubahan tutupan lahan karena penebangan hutan dan/atau kebakaran lahan, Pengolahan tanah yang kurang tepat, curah hujan dan aliran permukaan (runoff) dan pengaruh iklim ektrim. 

Hal ini dibahas dalam acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 38, Jum’at (15/10/2021). Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara virtual mengatakan bahwa sumber daya manusia yang terlatih diperlukan.

"Sehingga kita mampu merencanakan penggunaan pupuk sedikit namun produktivitas banyak. Pertanian tidak ada yang rugi kecuali salah dalam manajemen. Dan menjadi petani itu harus hebat, baik hebat di budidaya, hebat di pasca panen dan hebat dalam memasarkan hasil pertanian," katanya. 

Setiap kabupaten jika ada percontohan yang luasnya 20 Ha, maka harus menghasilkan sama dengan yang luasnya 100 Ha. 

"Sehingga ini menjadi contoh di dalam menerapkan pertanian yang maju, mandiri dan modern," ujar Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan jika tugas Penyuluh Pertanian harus dapat meningkatkankan produksi pertanian di wilayah masing-masing dan mengimplementasikam informasi teknologi pertanian.

"Diperlukan tanaman penghambat erosi yang petani harus tau dan kita harus menanggulanginya. Maka penyuluh harus mampu menyampaikan kepada petani bagaimana petani untuk dapat meningkatkan produktivitas dengan mengimplementasikan teknologi informasi," ujarnya.

Narasumber MSPP kali ini Kepala Balai Peneliti Tanah, Ladiyani Retno Widowati, menjelaskan tentang aplikasi Agricultural Decission Support System (AGriDSS) yang merupakan alat bantu untuk memprediksi erosi dan kebutuhanan pupuk Pajale. 

"Cara penggunaan aplikasi AGriDSS sangat mudah yaitu dengan mengunduh rekomendasi pemupukan.apk tekan next lalu install," katanya.

Sedangkan Narasumber lainnya, yaitu Rahmah Dewi Yustika, menjelaskan bahwa Sistem Informasi Penggelolaan Lahan (Silahan) dari Badan Litbang Kementan sekarang berganti menjadi aplikasi Soil AgriDSS yang dapat dilihat di website https://balitbangtanah.litbang.pertanian.go.id/ind/. 

"Setelah masuk pada website tersebut pada menu sebelah kiri terdapat menu Soil AgriDSS yang selanjutnya di klik maka akan terhubung pada aplikasi Soil AgriDSS. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat memenuhi kebutuhan petani dan penyuluh pertanian di lapangan," tutupnya.***

Editor : Markon Piliang