logo

Kontingen PON DKI Taati Kebijakan Pemprov Soal Karantina

Kontingen PON DKI Taati Kebijakan Pemprov Soal Karantina

Anggota kontingen PON DKI yang mengikuti Isoter dengan sabar menunggu giliran SWAB PCR di hotel Grand Cempaka. (Foto: Istimewa).
17 Oktober 2021 15:25 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) DKI Jakarta yang baru saja pulang dari mengkuti PON XX/2021 Papua tidak langsung kmbali ke rumah masing-masing. Mereka, tanpa kecuali yang datang dari Papua harus mengikuti karantina selama lima hari.

Program ini adalah sebagai tindak lanjut dari surat edaran Satuan Tugas Covid-19 yang mulai disahkan per tanggal 14 Oktober 2021. Karenanya, begitu turun di pesawat seluruh anggota kontingen mulai dari atlet, pelatih, dan official usai penyumbutan langsung naik bus menuju tempat karantina.

Ada sejumlah hotel yang sudah disiapkan untuk tempat karantina. Di antaranya Hotel Grand Cempaka yang berlokasi di Cempaka Putih, Arcici Hotel di Kemayowan, dan Arcici Hotel di Cempaka Putih Jl R Soprapto, Jakarta Pusat.

Menurut Ketua Kontingen PON DKI Jakarta Hidayat Humaid, karantina ini dilakukan sebagai bentuk ketaatan kontingen DKI terhadap peraturan yang dibuat pemerintah maupun Satuan Tugas Covid-19. Karena ini protap protokol kesehatan, harus dituruti.

“Apa yang diwajibkan kepada kita untuk menjalani karantina tujuannya baik. Untuk menjaga dan antisipasi mana tau ada diantara kita yang terpapar tapi tidak terdeteksi. Atau OTG-lah begitu, jangan sampai nanti keluarga kita di rumah yang menjadi korban,” kata Hidayat Humaid.

Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta ini mengharapkan, semua anggota yang mengikuti karantina menerima kebijakan ini dengan hati yang ikhlas. Dan menjalani masa karantina sesuai aturan yang tertuang dalam surat edaran Satgas Covid-19.

Sejumlah atlet yang menjalani isolasi terpadu (Isoter) juga memahami hal itu. Mereka tidak merasa keberatan karena ini adalah keputusan pemerintah daerah yang sudah mengakomodir seluruh kebutuhan atlet selama PON berlangsung.

Sejumlah atlet pencak silat yang menjalani isoter di Grand Cempaka Hotel mengaku tidak keberatan menjalani karantina karena itu untuk kebaikan kita semua.

“Kita mendukung kebijakan pemerintah daerah Ibukota Jakarta. Apalagi ini kan cuma lima hari. Fasilitas Isoter pun cukup baik,” kata salah seorang atlet silat yang tidak bersedia ditulis namanya. ***