logo

Dugaan Berbohong,  Advokat Muhammad Fayyadh Laporkan Bekas Kliennya Mansyardin Malik Ke Polisi

Dugaan Berbohong,  Advokat Muhammad Fayyadh Laporkan Bekas Kliennya Mansyardin Malik Ke Polisi

Advokat Muhammad Fayyadh didampingi belasan pengacara melaporkan bekas kliennya Mansyaddin Malik ke Polda Metro Jaya, Sabtu (16/10/2021).
17 Oktober 2021 14:38 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Advokat senior  Muhammad Fayyadh  melaporkan mantan kliennya Mansyardin Malik di Polda Metro Jaya, Sabtu (16/10/2021) dengan No LP/B/5135/X/2021/SPKTP Polda Metro Jaya.

Laporan polisi (LP) ini diawali dari pengunduran diri  dari kantor  hukum Fayyadh and Partners tanggal 4 Oktober 2021, dikarenakan adanya perbedaan tentang Cara Penanganan Perkara Dalam Kasus Melawan Marlina Octoria.

Namun melihat tanggapan pihak Mansyardin Malik di media  masa telah mengatakan mencabut kuasa kepada Muhammad Fayyadh pada tanggal 30 September 2021, faktanya pada tanggal 30 September 2021, sampai tanggal 1 September 2021, masih komunikasi mengenai mekanisme penanganan perkara.

Pernyataan tersebut jelas-jelas bohong dan mengada- ada dari Mansyardin Malik. "Dengan dugaan pembohongan publik ini jelas menurunkan kredibilitas dan mencemarkan nama baik saya selaku advokat," ujar Muhammad Fayyadh.

Laporan yang dilakukan di Polda Metro Jaya kali ini Fayyadh didampingi oleh puluhan pengacara dari berbagai Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perkumpulan Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI), LBH Gerakan Advokat dan Aktivis (GAAS), LBH Pembela Tanah Air (PETA), LBH Pengacara dan Jawara Bela Umat (Pejabat), LBH Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) .

Hal ini dilatar belakangi oleh persamaan profesi dan pandangan pelecehan profesi yang dilakukan oleh pihak Mansyardin Malik kepada rekan kami dalam salah satu konfrensi persnya yang diliput media pada hari  Jumat (8/10/2021)  di Polda Metro Jaya, dan juga pernyataan- pernyataan Mansyardin Malik pada media masa.

Dengan adanya LP yang telah diterima Polda Metro Jaya pada Sabtu (16/10/2021) .

"Hal itu menjadi bukti bahwa telah ada dugaan perbuatan yang merupakan tindak pidana pembohongan publik itu sebabnya LP kami diterima dan meskipun LP kali ini Pasal yang disangkakan adalah 310, 311 KUHP namun kami akan mengawal kasus ini supaya dalam pengembangan penyidikan terdapat pasal  14 dan Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara dan pasal pasal UU ITE yang mana hukuman setinggi tingginya 10 tahun  penjara," ucap advokat Yunus Adhi Prabowo.

"Tidak mungkin saya melakukan pengunduran diri apabila kuasa saya sudah dicabut dan faktanya sebenarnya saya tidak mempermasalahkan pernyataan Mansyardin Malik selama itu benar," tutur Fayyadh.***

Editor : Markon Piliang