logo

Pimpin Rakor, Wapres Sampaikan Percepatan Pembangunan Papua Harus Beri Perubahan

Pimpin Rakor, Wapres Sampaikan Percepatan Pembangunan Papua Harus Beri Perubahan

Wapres RI KH Ma'ruf Amin.(foto,ist)
17 Oktober 2021 00:08 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - MANOKWARI: Sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Percepatan pembangunan wilayah Papua harus memberikan perubahan nyata dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

Hal itu disampaikan Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma'ruf Amin, saat membuka rapat kordinasi (rakor) terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua Barat serta Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim di Lima Kabupaten Prioritas di Kantor Gubernur Papua Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (14/10/2021).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah turut mendampingi Wapres KH Ma'ruf Amin, dalam rapat tersebut. Wapres menyebutkan, ada lima kabupaten yang menjadi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrim di 2021, yaitu Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Tambraw, Maybrat, serta Manokwari Selatan.

Wapres Ma'ruf Amin juga menyampaikan beberapa hal penting terkait progres pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk diketahui seluruh lapisan masyarakat di Papua Barat.

Dia menjelaskan, sebagai wujud komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di wilayah Papua. Kebutuhan pendanaan dalam Rencana Aksi dan Quick Wins tersebut telah dimuat pada APBN Tahun Anggaran 2021. Yang secara umum telah dialokasikan melalui pendanaan sektoral kementerian/lembaga, serta pendanaan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).

"Tujuh fokus pembangunan kesejahteraan yaitu penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan usaha kecil dan menengah, peningkatan ketenagakerjaan, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)," terang Wapres.

Borong Alpukat Mentega

Usai rakor, dalam perjalanan pulang Wapres mendadak berhenti menemui pedagang buah di kawasan Pondok Pinang, yang berada di sebelah Kantor Gubernur Papua Barat. Ssat Wapres berdialog dengan para pedagang buah tersebut, Menaker Ida Fauziyah menyempatkan diri memborong buah slpukat mentega yang pedagangnya, ada di sebelah pedagang yang tengah berdialog. "Saya beli semua alpukatnya ya Bu, untuk oleh-oleh," ujarnya.

Dorkat (62), si pedagang buah alpukat, mengaku merasa senang alpukatnya diborong Menaker. Didampingi tiga anaknya Dewi dan Desi (8) dan Danil (11), dia menyebutkan, telah berdagang selama tiga tahun di kawasan Pondok Pinang.

"Puji Tuhan, Terima kasih Bu Menteri sudi mampir untuk membeli lpukat mentega kami," kata Dorkat.**"

Editor : Gungde Ariwangsa SH