logo

Terkait Penyelewengan BOS & BOP Dua Orang Ditahan

Terkait Penyelewengan BOS & BOP Dua Orang Ditahan

Kejari Jakarta Barat
16 Oktober 2021 17:51 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dugaan penyelewenangan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS)  dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP)  di Jakarta Barat selama ini diusut terus menerus oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat.

Terbukti, dua  tersangka kasus korupsi dana BOS  dan BOP  Tahun Anggaran 2018 di SMKN 53 Jakarta Barat ditahan oleh Kejari Jakarta Barat sejak Kamis (14/10/21) untuk  20 hari masa penahanan pertama.

Kedua tersangka  adalah mantan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakbar, Widodo, dan mantan Staf Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat,Muhamad Faisal. Keduanya ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

“Kami mengira kasus itu sudah distop. Ternyata tidak, dengan demikian tentu tindakan penyidik Kejari Jakarta Barat itu perlu diapresiasi,” kata salah seorang pengurus LSM di Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Dia mengaku pernah menyurati pimpinan SMKN 53 Jakarta Barat terkait dugaan penyelewenangan tersebut. Tetapi tidak diindahkan. Dirinya malah dituding hendak memeras.

 Kajari Jakarta Barat  Dwi Agus Arfianto mengatakan, sebelum dilakukan penahanan, kedua tersangka Widodo dan Muhamad Faisal terlebih dulu diperiksa  oleh Tim Jaksa Penyidik Pidsus Kejari Jakarta Barat yang dikomandoi Kasi Pidsus Reopan Saragih.

Kajari menyebutkan  alasan mengapa kedua tersangka dilakukan penahanan untuk mempermudah proses penyidikan. Selain itu, penahanan dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Dari hasil penyidikan sementara, kedua tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengadakan sejumlah kegiatan fiktif yang dananya bersumber dari dana BOS dan dana BOP Tahun Anggaran 2018 di SMKN 53 Jakarta Barat yang nilainya Rp 7.897.710.632,- dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2.399.211.203,- sesuai hasil  perhitungan kerugian negara oleh BPK RI berdasarkan Surat Nomor : 5/LHP/XXI/10/2021 tanggal 8 Oktober 2021.

Kasi Pidsus Kejari Jakarta Barat, Reopan Saragih mengatakan, penyidik masih terus melakukan pendalaman pemeriksaan atas kasus korupsi di SMKN 53 Jakbar tersebut. ”Masih melakukan pendalaman penyidikan mengingat  tidak  tertutup kemungkinan adanya tersangka baru,” kata Reopan.

Atas perbuatannya,  kedua tersangka dipersalahkan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman maksimal dari pasal yang dijeratkan tersebut cukup berat.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto