logo

Ayah Dan Anak Kini Tengah Terbelit Kasus Dugaan Korupsi

Ayah Dan Anak Kini Tengah Terbelit Kasus Dugaan Korupsi

tumpukan uang rupiah
16 Oktober 2021 17:48 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dodi Reza Alex Noerdin bagai mengikuti jejak ayahnya Alex Noerdin  dalam hal dugaan perbuatan jahat. Dodi yang Bupati Musi Banyuasin mengekstafet ayahnya yang juga mantan Bupati Musi Banyuasin dua periode saat ini tengah diperiksa intensif  oleh penyidik KPK. Sedangkan ayahnya Alex Noerdin sudah terlebih dahulu ditahan Kejaksaan Agung di Rutan Salemba atas dugaan dua kasus korupsi.

Dari sisi harta Dodi sudah termasuk miliader. Saat ini Dodi memiliki harta sekitar Rp 38,4 miliar atau tepatnya Rp 38.464.418.969 sesuai  Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir kali diserahkan kepada KPK pada 31 Maret 2021 untuk laporan periodik tahun 2020.

Dodi memiliki harta berupa enam bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Palembang, Jakarta Selatan, Bandung hingga Australia. Tanah dan bangunan milik mantan anggota DPR itu ditaksir mencapai Rp 31.500.000.000.

Selain itu, Dodi juga mengaku memiliki satu unit mobil Porsche sedan tahun 2012 senilai Rp 300.000.000. Dia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 600.000.000, serta surat berharga Rp 2.000.000.000, kas dan setara kas Rp 5.964.418.969. Dalam LHKPN itu, Dodi mengaku mempunyai utang sejumlah Rp 1.900.000.000. Dengan demikian, harta kekayaan Dodi secara total senilai Rp 38.464.418.969. Itu artinya kalau terima suap atau gratifikasi, besar kecenderungannya untuk menumpuk harta.

Dodi Reza Alex Noerdin merupakan anak sulung bekas Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. Dia (Dodi) selama ini justru terbilang sebagai orang yang berprestasi. Sayangnya, dia harus mencatatkan perbuatan tindak kejahatan di tengah kejayaan dan prestasinya tersebut.

Alex Noerdin, politisi Partai Golkar, atau ayah Dodi lebih memprihatinkan lagi nasibnya. Namanya langsung  tercatat pada dua kasus korupsi. Yakni dugaan korupsi dana hibah dari dana APBD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 dan tahun 2017 kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang terkait pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang serta kasus dugaan korupsi dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019.

Alex menyetujui kerja sama antara PD PDE dengan sebuah perusahaan, yakni PT Dika Karya Lintas Nusa atau DKLN untuk membuat PT PD PDE. Tujuannya, agar PT PD PDE tersebut bisa dijadikan senjata guna mendapat alokasi gas bagian negara. ”Tim penyidik meningkatkan status tersangka untuk AN (Alex Noerdin) dan MM dengan dikeluarkannya surat perintah penyidikan direktur penyidikan jaksa umum dan tindak pidana khusus,”  kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (10/9/2021).

Dalam kasus ini, Alex dijerat Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Serta Pasal 3 Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.***


 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto