logo

Penyidik KPK Periksa Intensif Bupati Musi Banyuasin

Penyidik KPK Periksa Intensif Bupati Musi Banyuasin

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin
16 Oktober 2021 17:43 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Dodi Reza Alex Noerdin yang diamankan Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (15/10/2021) malam di Jakarta, masih diperiksa secara intensif untuk menentukan status hukumnya.

Selain Dodi Reza Alex Noerdin,  KPK juga mengamankan beberapa lainnya di Jakarta dan Musi Banyuasin. "Benar, kalau Dodi diamankan di Jakarta tadi malam," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Sabtu (16/10/2021). Empat orang yang diamankan di Musi Banyuasin sempat diperiksa di Kejati Sumsel namun kemudian dilanjutkan pemeriksaannya di Gedung KPK Jakarta.

Para penyidik KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Dodi dan lima orang lainnya. KPK akan menyampaikan secara rinci OTT tersebut, termasuk konstruksi perkara dan barang bukti yang disita.

Dodi dan lima lainnya dibekuk tim Satgas KPK lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait pengadaan barang dan jasa infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. Kaitan kasus itu aparat KPK menyita sejumlah uang yang diduga barang bukti transaksi.

Menanggapi operasi senyap itu, Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan pihaknya berkomitmen dan tak pernah lelah memberantas korupsi di Indonesia. "KPK berkomitmen berantasan korupsi, dan tidak pernah lelah melakukannya  sampai Indonesia bersih dari praktik korupsi. Siapa pun pelakunya, kami akan tangkap jika cukup bukti," kata Firli seraya berterima kasih kepada  masyarakat yang terus mendukung KPK . "Termasuk keterangan, baik yang disampaikan langsung ke KPK maupun keterangan dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan," kata Firli.

Namun Firli Bahuri meminta masyarakat bersabar dan memberikan waktu pada Tim Satgas KPK untuk bekerja, termasuk terkait OTT di Musi Banyuasin. Dia berjanji akan menjelaskan secara utuh mengenai OTT tersebut setelah proses pengumpulan keterangan dan barang bukti tuntas dilakukan. “Bukti-bukti tersebutlah yang membuat terangnya suatu peristiwa pidana korupsi dan menemukan tersangka. KPK benar-benar memegang prinsip the sun rise and the sun set principle, seketika seseorang menjadi tersangka maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan," katanya.

Menurutnya, seseorang menjadi tersangka bukan karena ditetapkan oleh KPK, tapi berdasarkan bukti yang cukup.  “Tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya dan atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. Jadi tugas penyidik KPK bekerja mencari dan mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti dan dengan bukti- bukti tersebut membuat terangnya suatu petistiwa pidana guna menemukan tersangkanya," tuturnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto