logo

Korban Terjepit Reruntuhan Crane Ambruk Di Depok Berhasil Dievakuasi

Korban Terjepit Reruntuhan Crane Ambruk Di Depok Berhasil Dievakuasi

15 Oktober 2021 16:04 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - DEPOK: Setelah proses evakuasi yang memakan waktu lebih dari 5 jam, akhirnya korban terjepit runtuhan rumah yang tertimpa crane ambruk saat proyek pembongkaran tower milik PDAM Tirta Asasta di Jalan Mawar Raya RT07/04, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas Depok, berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, R. Gandara Budiana mengatakan sebanyak 15 personil diturunkan khusus untuk membantu mengevakuasi tubuh korban yang tergencet reruntuhan crane. 

"Peristiwa laporan ke kita kecelakaan kerja crane rubuh yang sedang melakukan pekerjaan proyek penurunan tiang beton rubuh menimpa dua rumah yang ada di bawahnya hingga menimpa korban luka parah," katanya. 

Ada empat korban yang terluka, diantaranya seorang anak berjenis kelamin perempuan yang terjepit reruntuhan hingga di evakuasi selama 5 jam lebih.

"Kita turunkan alat dalam mengevakuasi korban yang terjepit. Proses evakuasi sekuat tenaga dilakukan oleh anggota Damkar,' ungkapnya. 

Dalam peristiwa ini lanjut Gandara, telah meminta bantuan petugas PMI untuk membantu proses penyelamatan korban. 
 
"Kita harus hati-hati dalam proses evakuasi korban yang terjepit. Kita akan mengangkat tempat tidur untuk dapat evakuasi korban dari yang badan dan bagian lehernya tertimpa beton. Alhamdulillah evakuasi korban yang terjepit berhasil dan korban dibawa ke RS Mitra Keluarga," katanya. 

Saksi mata, Ita (40 tahun) di lokasi kejadian menceritakan, tiang beton dan mobil crane itu ambruk menimpa rumah tetangganya itu sekitar pukul 9.00 Wib.

"Kencang sekali getarannya seperti gempa,' kata Ita kepada wartawan Jumat (15/10/2021).

Ita mengatakan melihat tiang beton tersebut sudah miring. "Saya liat tiang beton itu miring enggak lama jatuh dan crane menyusul meniban rumah pak taher," kata dia.

Dia melihat seorang korban minta tolong dengan kepala berdarah akibat tertimpa puing rumah yang rusak.  

“Dan saya lihat Pak Taher sudah berdarah-darah di bagian kepalanya minta tolong kepadanya,” katanya.

Di tempat yang sama Lurah Depok Jaya, Herman mengatakan  proyek peningkatan kualitas air pekerjaan PDAM Kota Depok ini rencana akan ada pengerjaan penurunan tower yang sudah berdiri lebih dahulu kapasitas air 4.000 liter.

"Tower untuk penampungan air setinggi 30 meter yang sudah berdiri dirombak pekerjaan dengan alasan peningkatan kualitas air diturunkan menjadi 9 meter," ujarnya.

Semenjak pengerjaan proyek, lanjut Herman, sudah dilakukan sosialisasi dengan warga terkait ada proyek pembangunan peningkatan kualitas air PDAM.

"Kejadian kecelakaan ini sudah merupakan musibah tidak ada yang diinginkan terjadi. Sehingga kita bersabar dan semoga ini cepat berlalu, Kejadian ini sudah kita tindak lanjuti langsung ke PDAM Kota Depok, informasi dari pihak PDAM siap akan bertanggung jawab untuk melakukan ganti rugi baik itu materil dan imateril berupa pengobatan terhadap para korban," katanya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH