logo

Kunjungi Sejumlah Kabupaten, BKKBN Gelontorkan Dana Vaksinasi Dan Penurunan Stunting

 Kunjungi Sejumlah Kabupaten, BKKBN Gelontorkan Dana Vaksinasi Dan Penurunan Stunting

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo (kedua dari kanan) menerima cinderamata dari Bupati Kuningan H Acep Purnama (kiri).(foto,ones)
15 Oktober 2021 08:04 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - PEKALONGAN: Yang terbagus itu penanganan stunting di Kuningan, stuntingnya jauh di bawah 20 persen. Untuk Indramayu dan Majalengka, angka stunting masih cukup tinggi.

Hal itu, diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, di sela perjalanan roadshow nya, ke sejumlah kabupaten, di dua provinsi yakni Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), kamis - Jumat (14 - 15/10/2021).

Walau begitu, Indramayu dan Majalengka mempunyai spirit yang kuat untuk turut mendukung program BKKBN. "Ini sangat luar biasa," ujarnya.

Seperti di Majalengka, imbuhnya, Bupati Majalengka sampai menganggarkan khusus, untuk menggaji para penyuluh KB di wilayahnya. Sementara, Indramayu, kendati terbaru tapi sudah punya komitmen yang besar untuk membiat layanan terhadap masyarakat, seperti Dapur Cegah Stunting.

Untuk itu, Hasto menyampaikan apresiasi atas komitmen Bupati Indramayu melaksanakan seluruh program BKKBN. Atas komitmen itu, BKKBN menggelontorkan anggaran sebesar Rp11,8 miliar, guna pelaksanaan sejumlah program BKKBN.

Seperti penanganan vaksinasi, penurunan angka stunting, serta pendampingan. Untuk operasional petugas, transportasi, serta honor kegiatan yang diperkirakann, untuk membiayai hampir 1000 orang yang akan divaksinasi.

"Terima kasih Bu Bupati, atas komitmenya pada masyarakat. Dalam rangka mensukseskan program Bangga Kencana, bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," tutur Hasto.

Anggaran BKKBN pada Pemkab Indramayu, untuk kegiatan percepatan vaksinasi serta kebutuhan lain mengangkut klaim jasa medis bagi bidan, dalam penanganan persalinan dan lain-lain.

"Sekarang sudah kami bantu anggaran, jadi bidan atau tenaga medis tidak perlu repot-repot lagi mengurus klaim melalui BPJS karena sudah disiapkan oleh bupati," terang Hasto.

Di bagian lain, Bupati Indramayu Nina Agustina menyatakan, perhatian BKKBN Pusat untuk Indramayu merupakan buah dari kerja keras semua pihak dan masyarakat. Sebagai salah satu daerah yang memiliki persoalan kualitas hidup penduduk, Indramayu telah membuat sejumlah skema penanganan.

Salah satu skema ialah program pencegahan kasus stunting melalui sebuah gerakan yang disebut Gesit (Gerakan Penanganan Stunting Indramayu Terpadu). "Kasus stunting menjadi perhatian serius kami. Sebab stunting menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup penduduk," ungkap Nina.

Sementara, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengapresiasi kucuran dana, yang diperolehnya dari BKKBN. Majalengka memperoleh kucuran dana Rp15 Miliar, untuk percepatan vaksinasi di Majalengka, Jawa Barat.

Seperti diketahui, Majalengka merupakan daerah yang kasus stuntingnys masih tertinggi ke empat di Jawa Barat. Untuk itu, BKKBN juga memberikan dana Rp20 miliar untuk penanganan stunting.

Sedangkan, Bupati Kabupaten Kuningan H Acep Purnama mengemukakan, kunjungan BKKBN merupakan motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan dan segenap komponennya.

"Dalam menjalankan program-program pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana," tuturnya.

Bupati menarget vaksinasi di Kabupaten Kuningan hinggal awal Desember kelak akan mencapai 50 persen warga tervaksinasi. "Kalau stok vaksin untuk kuningan diperbanyak, target itu tercapai di bulan Oktober-November," tuturnya.

Pola vaksinasi yang dijalankan, ujarnya, grebek Desa, Kelurahan dan Komunitas, agar dapat mengetahui sejauh mana sebaran dari vaksinasi baik dari sisi persentase dan pemerataan di seluruh pelosok Kabupaten Kuningan.***