logo

Pelantikan Megawati Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN Dinilai Sudah Tepat

Pelantikan Megawati Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN Dinilai Sudah Tepat

Politisi PDIP Aria Bima menilai pelantikan Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN sudah tepqt
14 Oktober 2021 23:06 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO : Politisi PDIP Aria Bima mengatakan pelantikan Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi (BRIN) sudah tepat. Karena selain mempunyai kapasitas, Ketua Umum DPP PDIP itu diyakini tidak akan membawa kepentingan partai.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan BRIN , Rabu (13/10/2021) . Hal tersebut menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak.

"Kita paham kritik karena orang partai ini kadang menggunakan jabatannya untuk sesuatu hal yang sifatnya partai minded. Tapi percayalah untuk ibu Mega itu sudah selesai,” ujar Aria Bima di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/10/2021).

Menurut Aria Bima, PDIP tetap mendengarkan kritik yang masuk sebagai bagian dari demokrasi. Tetapi dirinya juga meminta kepada masyarakat agar tidak hanya melihat Megawati sebagai ketua umum partai.

"Ibu Mega selalu berkomitmen bagaimana Indonesia kedepan yang tidak hanya bertumpu pada perencanaan, namun juga bertumpu pada aspek riset. Kalau cuma mau mencari jabatan, Ibu Mega sudah selesai," katanya.

Sehingga menurutnya, penunjukkan Megawati sudah tepat. Karena selama ini Megawati lah yang ingin menjadikan riset sebagai keputusan politik dalam bentuk badan yang terintegrasi. Politisi asal Kota Solo itu juga mengatakan banyak ahli yang masuk dalam BRIN.

Keberadaan BRIN tersebut seperti saat Presiden Soekarno yang selalu menempatkan badan riset nasional sebagai landasan untuk pengambilan keputusan kebijakan terhadap konsepsi pembangunan nasional berencana.

"Bu Mega hanya ingin bagaimana jangan reaktif, jangan hanya sekedar menempatkan pada kepentingan korporasi atau kepentingan modal atau kepentingan asing untuk membuat suatu kebijakan. Tetapi juga harus berdasar kajian akademis," pungkasnya. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH