logo

Aria Bima Minta Polemik Celeng-Banteng Tidak Dibesar-Besarkan

Aria Bima Minta Polemik Celeng-Banteng Tidak Dibesar-Besarkan

Politisi PDIP Aria Bima minta polemik celeng banteng tidak dibesar-besarkan
14 Oktober 2021 22:56 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Konflik internal di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memunculkan polemik celeng dan banteng, sampai saat ini belum reda. Polemik tersebut muncul setelah muncul dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres).

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto menyebut Ganjar dan pendukung Ganjar celeng. Menanggapi hal tersebut, politisi PDIP Aria Bima meminta semua pihak tidak perlu membesar-besarkan polemik tersebut.

"Tidak perlu dibesar-besarkan, semua kader PDIP tetap sepakat kembali pada keputusan ketua umum untuk menentukan capresnya siapa,” kata Aria Bima saat ditemui di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/10/2021).

Pihaknya yakin jika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang berpengalaman mengatasi permasalahan bangsa akan lebih tahu bagaimana menentukan sosok capres yang akan diusung.

"Ibu Mega ini putranya Bung Karno, dia tahu pasang surutnya republik ini dipimpin oleh seorang presiden, termasuk Pak Soeharto. Dia juga pernah menjadi presiden, dia juga tahu bagaimana Habibie, Gusdur, SBY menjadi presiden," jelas Wakil Ketua DPR RI Komisi VI itu.

Selain itu, Megawati juga yang telah menjadikan kadernya menjadi presiden. Dengan pengalaman berbagai persoalan bangsa tersebut maka menurut Bima tidak perlu ragu-ragu lagi dengan Megawati.

"Dengan pengalaman itu dia akan bisa menentukan sesuatu yang terbaik buat bangsa ini,” jelasnya lagi.

Dirinya juga mengingatkan kepada kader partai agar tidak banyak bicara, seperti yang diperintahkan oleh Megawati. Menurutnya konflik yang terjadi di internal PDIP saat ini, hanyalah sebuah dinamika yang biasa terjadi di partai dan tidak akan menimbulkan perpecahan.

"Sekarang tidak perlu banyak bicara soal kriteria maupun calon yang sudah ada. Diserahkan saja kepada bu Mega dengan segala kompetensi dan pengalamannya," ujarnya.

Aria Bima juga meminta kepada kader dan pengurus partai untuk tidak kebablasan karena dikhawatirkan akan membiaskan agenda utama partai saat ini. Yakni membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Apalagi saat ini juga harus mengantisipasi adanya ancaman gelombang ketiga.

"Ini lebih penting untuk penanganan Covid-19," pungkasnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH