logo

Perajin Wayang Golek Dari Grobogan Manfaatkan Limbah Keluarga

Perajin Wayang Golek Dari Grobogan Manfaatkan Limbah Keluarga

Wayang golek indah terbuat dari limbah. (Istimewa)
14 Oktober 2021 11:28 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - GROBOGAN: Tidak perlu kaget. Di Grobogan, ada Wabah yang justru sering berinteraksi dengan manusia. Wabah yang berada di dalam rumah tersebut ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun, ikut mendatanginya.

Karena Wabah yang satu ini bukan penyakit. Wabah disini akronim dari wayang limbah. Adalah Yusnan Iguna, pria berusia 31 tahun asal Jl Banyuono II, Purwodadi, Grobogan, yang memantik perhatian Ganjar untuk datang ke rumahnya.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Grobogan Rabu (13/10/2021), Ganjar menyempatkan mampir ke rumah Yusnan. Ia penasaran, dengan wayang limbah kreasi seniman satu ini. Saat tiba di rumah Yusnan, Ganjar langsung disambut sederet wayang golek beraneka karakter.

Uniknya, wayang yang cantik itu terbuat dari limbah rumah tangga. Yakni botol plastik, plastik bungkus makanan dan kain perca. "Ini namanya Wabah pak, wayang limbah. Ini tercipta kebetulan saat wabah Corona muncul," kata Yusnan. 

Kepada Ganjar, Yusnan mengatakan memang senang dengan dunia wayang. Pria asli Tegal itu memang mengidolakan Ki Enthus, dalang kondang asal Tegal yang sudah mangkat. "Saya suka wayang, tapi kalau beli kan mahal. Jadi saya buat sendiri. Awalnya saya buat dari bambu. Kemudian tertarik membuat dari limbah. Ternyata jadi dan saya teruskan," jelasnya.

Selain untuk kesenian, Yusnan ingin berpartisipasi dalam rangka kampanye lingkungan. Dengan pemanfaatan limbah plastik, maka ia bisa mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh limbah terbesar rumah tangga itu. Berbagai jenis dan karakter wayang sudah ia buat. Ada wayang replika Ki Enthus dan replika lain.

Sebenarnya, sudah lama Yusnan ingin membuat wayang replika Ganjar Pranowo. Namun, ia tidak berani sebelum meminta izin dari yang bersangkutan.

"Jadi kalau diperbolehkan pak, saya mau buat wayang karakter pak Ganjar. Sejak dulu saya pengin, tapi takut kalau tidak minta izin dulu. Apalagi kalau nanti jadinya kurang bagus," tuturnya.

Tanpa pikir panjang, Ganjar langsung mengiyakan. Ia mengizinkan Yusnan membuat karakter wayang limbah yang mirip dengannya. "Boleh, ndak persis ndak papa. Wis ora penting buat saya. Mungkin ada orang tersinggung kalau tidak mirip atau jelek. Buat saya ndak papa. Yang penting njenengan bisa terus berkreasi dan menggunakan media ini untuk menyampaikan pesan-pesan pada masyarakat," kata Ganjar.

Ganjar mengusulkan, Yusnan terus meningkatkan kreasinya membuat wayang golek dari limbah. Menurutnya, ide itu kreatif dan sangat menginspirasi.

"Design dan bentuknya diperbaiki agar lebih menarik. Selain itu, njenengan buat konten-konten edukasi masyarakat dengan wayang ini. Buat karyanya yang menarik, kemudian diposting di media sosial. Bisa youtube, IG, twitter dan lainnya. Pasti menarik," ucapnya.

Ganjar juga meminta Yusnan bertingkah beda dengan dalang lainnya. Ia harus nyleneh dan tidak takut berinovasi. "Agak nyleneh ndak papa, memang harus nyleneh sekarang, supaya berbeda. Jadikan media ini sebagai alat menyampaikan informasi dan edukasi. Bisa soal lingkungan, kebersihan, pengelolaan sampah, Covid-19, soal bencana dan lainnya. Harus bisa mengena ke anak-anak muda," katanya.

Dalam kesempatan itu, Yusnan memberi hadiah istimewa kepada Ganjar yakni wayang karakter Enthus. Ganjar mengatakan memiliki kesan mendalam pada dalang asal Tegal itu. Bahkan saat akhir hayatnya, Ganjar selalu berkomunikasi intens.

"Ini saya jadi teringat beliau. Terimakasih ya mas. Tapi ini tidak boleh dikasih, saya beli ya," pungkasnya sambil memberikan uang untuk Yusnan.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH