logo

BRT Trans Jateng Jalur Semarang-Grobogan Diresmikan

BRT Trans Jateng Jalur Semarang-Grobogan Diresmikan

Penanda dioperasionalkannya BRT Trans Jateng. (Istimewa)
14 Oktober 2021 10:24 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - GROBOGAN: Pemprov Jawa Tengah terus menambah layanan transportasi umum aglomerasi di wilayahnya. Pada Rabu (13/10/2021) misalnya, Jateng kembali meluncurkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng rute Semarang-Godong (Grobogan).

Trans Jateng Semarang-Grobogan menjadi rute aglomerasi keenam yang diluncurkan. Sejak 2017 lalu, Pemprov Jateng sudah meresmikan rute Trans Jateng lain, diantaranya Semarang-Bawen, Purbalingga-Purworejo, Semarang-Kendal, Borobudur-Kutoarjo dan Solo-Sumberlawang.

Peluncuran Trans Jateng Semarang-Godong Grobogan dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Pendopo Kabupaten Grobogan. Hadir dalam acara itu Bupati Grobogan, Bupati Demak dan jajaran forkompimda lainnya. Kelak, rute itu akan dilayani oleh 14 bus dan masing-masing bus melayani 6 perjalanan selama sehari.

"Kita bertahap mendorong agar sistem transportasi berjalan baik. Program ini saya pikirkan sejak awal saya menjabat, gimana caranya membuat angkutan umum yang murah, terjangkau dan baik. Akhirnya dilaksanakanlah peluncuran Trans Jateng ini," ucapnya.

Prioritas utama Trans Jateng adalah untuk memberi pelayanan pada buruh, pelajar dan veteran. Setelah itu, baru untuk penumpang umum lainnya.

"Kenapa buruh, karena pengeluaran mereka cukup tinggi untuk transportasi. Dengan harga Rp2000, maka ini bisa sangat membantu. Termasuk para pelajar dan veteran agar kita bisa menghormati mereka. Selain itu, juga untuk masyarakat umum, agar mereka terlayani dengan baik dan jalanan tidak penuh," katanya.

Pengembangan koridor Trans Jateng, lanjut Ganjar, akan terus berkembang. Ke depan, akan dibangun koridor-koridor lain dan rute lain yang memang dibutuhkan.

"Kenapa ini baru sampai Godong, ya nanti kita bertahap. Koridornya bisa berkembang sesuai kondisi di lapangan," jelasnya.

Ganjar juga berharap daerah menindaklanjuti program ini. Masing-masing daerah yang dilintasi Trans Jateng, menyiapkan angkutan terusan sampai ke desa-desa agar masyarakat semakin terlayani.

"Tadi saya bicara dengan Bupati Grobogan dan Demak. Saya mendorong agar daerah meneruskan sampai ke desa-desanya. Umpama antar daerah dilayani Trans Jateng, sampai di daerah ada angkutan terusan sampai ke desa-desa. Kalau bisa tiketnya terintegrasi, jadi bayarnya hanya sekali dan kalau bisa elektronik. Ini memang belum sesempurna, tapi kita mulai dari sekarang," pungkasnya.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengatakan, Trans Jateng akan membuat Grobogan semakin seksi. Di tengah investasi yang terus datang, jalanan jadi padat oleh distribusi barang dan tenaga kerja.

"Utamanya ruas Semarang-Godong itu hampir tiap hari macet dan menyebabkan angka kecelakaan tinggi. Kami sangat senang dengan adanya rute Trans Jateng ini, karena sangat bermanfaat untuk warga kami," ucapnya.

Selain itu, keberadaan Trans Jateng diharapkan juga mengangkat ekonomi masyarakat. Moda transportasi itu juga diharapkan bisa mengangkat sejumlah destinasi wisata yang ada.

Di sisi lain, Plt Kadishub Jateng, Henggar Budi Anggoro menambahkan sejak dioperasionalkan pada 2017 lalu, tercatat sudah ada 11 juta lebih pengguna Trans Jateng. Trans Jateng juga berhasil menggeser 45 persen pengguna kendaraan pribadi beralih menaiki Trans Jateng. ***

Editor : Pudja Rukmana