logo

Komjak Apresiasi Tindakan Tegas Terhadap Oknum Jaksa Nakal

Komjak Apresiasi Tindakan Tegas Terhadap Oknum Jaksa Nakal

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Simanjuntak
13 Oktober 2021 23:23 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Komisi Kejaksaan (Komjak)  mengapresiasi bahkan mendukung  sekali tindakan Kejaksaan Agung terhadap seorang oknum jaksa nakal di Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto yang ditangkap diduga salahgunakan kewenangan.

Menurut Ketua Komjak Barita Simanjutak, tindakan tegas tersebut membuktikan Kejaksaan tidak kompromi dengan perbuatan aparatnya yang diduga menyalagunakan wewenang. “Tindakan tegas itu peringatan juga bagi yang lain untuk tidak melakukan perbuatan tercela atau penyalahgunakan wewenang,” kata Barita, Rabu (13/10/2021).

Tindakan cepat itu, kata Barita, untuk menjaga marwah dan martabat institusi Kejaksaan jangan sampai rusak akibat ulah oknum jaksa. “Akan semakin baik lagi kalau proses hukum kasus tersebut segera berjalan sesuai prosedur hingga kepercayaan publik kepada Kejaksaan tetap baik,” tutur Barita.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Simanjuntak mengatakan Tim Satgas 53 Kejaksaan Agung sebelumnya mengamankan seorang oknum pejabat struktural yang diketahui Kasi Pidana Khusus Kejari Mojokerto yakni IKY terkait adanya laporan pengaduan masyarakat atas dugaan penyalahgunaan wewenang. “Yang bersangkutan saat ini masih dilakukan pemeriksaan di bidang Pengawasan Kejalsaan Agung,” ujarnya.

Oknum Kasi Pidsus Kejari Mojokerto itu belum genap satu tahun menjabat di sana. Satgas membekuk I di kantornya, Jalan R.A Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dia diduga memeras sejumlah pejabat Pemkab Mojokerto.

Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelumnya pernah menyinggung perihal pengawasan di internal Korps Adhyaksa sebagai sistem peringatan dini dalam melihat potensi pelanggaran. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Teknis Bidang Pengawasan 2021, Dia menyebutkan  tiga unsur yang menjadi bagian dari fungsi pengawasan, yakni menjaga sebagai unsur pencegahan, membina sebagai unsur perbaikan, dan menghukum sebagai unsur penjeraan hingga tak mengulangi lagi perbuatan. "Hukum bagi mereka yang tidak dapat dibina dan secara nyata mencoreng nama baik institusi agar menciptakan efek jera serta menjadi pembelajaran bagi pegawai yang lain," demikian Jaksa Agung Burhanuddin.***

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH