logo

Perhimpunan Alumni Jerman Sepakat Kerjasama Dengan YARSI

Perhimpunan Alumni Jerman Sepakat Kerjasama Dengan YARSI

Foto: Istimewa.
12 Oktober 2021 19:55 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) terus bergerak aktif. Kali ini, PAJ menjalin kerjasama dengan pihak Universitas YARSI (Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia), Rumah Sakit Umum YARSI serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut YARSI.

Dalam siaran persnya, Selasa (12/10/2021) penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman/kerjasama itu dilakukan kedua belah pihak pada Senin siang (11/10/2021). Bertempat di Ruang Senat Akademi Universitas YARSI, Lantai 1, Menara YARSI, Jl. Letjen. Soeprapto, Kav. 13, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, penandatanganan MoU dilakukan antara Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ), Ing. Ir. H. Vidi Galenso Syarief VDI, S. H., M. H. dan Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. 

Hadir di acara tersebut, salah satu Dewan Kehormatan PAJ, Elza Syarief. Diketahui Elza Syarief yang pengacara kondang ini merupakan ketua umum Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (PERWIRA).

Kemudian, Vidi Galenso Syarief selaku ketua umum PAJ menandatangani MoU dengan Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI, dr. Mulyadi Muchtiar, MARS. Setelah itu, sebagai Ketua Umum PAJ, Vidi Galenso Syarief menandatangani MoU dengan Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) YARSI, drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS. Acara penandatanganan tersebut dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. mengatakan, kerjasama ini sangat bersejarah. 

"Ini (penandatanganan MoU) sangat bersejarah karena momennya lahir di masa pandemi Covid-19," ucapnya.

Ditemui awak media, Fasli Jalal berharap, realisasi webinar ini dapat segera ditindaklanjuti. "Kita berharap, webinar-webinar ini segera tindaklanjuti," ujarnya.

Profesor yang ramah dan supel dengan awak media itu melanjutkan, kerjasama PAJ dengan Universitas YARSI direalisasikan dalam bentuk riset (penelitian). "Kemudian, kerjasama riset dengan beberapa perguruan tinggi di sana (Jerman)," imbuhnya.

Yang berarti, kata sang profesor, akan ada pertukaran dosen dan mahasiswa. "Kita akan lihat apakah ini pada akhirnya bisa juga 'double degree' (program kembaran atau gelar ganda)," urai rektor.

Untuk diketahui, Double Degre (program kembaran atau gelar ganda) adalah penyelenggaraan kegiatan antar-perguruan tinggi baik dalam negeri maupun melalui kerjasama antara perguruan tinggi di dalam negeri dengan perguruan tinggi di luar negeri, untuk melaksanakan suatu program studi secara bersama serta saling mengakui lulusannya. Sehingga, lulusan dari program ini akan memperoleh gelar ganda dan memiliki kemampuan plus dari program regular lainnya.

 Fasli Jalal menambahkan intinya, kerjasama ini adalah riset untuk kemajuan masyarakat dan industri serta lainnya dalam bingkai tri dharma perguruan tinggi. Saat ditanya, YARSI sudah kerjasama dengan universitas mana saja di dunia internasional.

Fasli Jalal mengatakan, YARSI sudah bekerjasama dengan universitas-universitas luar negeri lainnya. "Sudah dengan Amerika Serikat, Inggris, Australia, Malaysia dan beberapa universitas negara-negara Islam lainnya," jawab profesor.

Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ), Ing. Ir. H. Vidi Galenso Syarief VDI, S. H., M. H. dalam sambutannya mengatakan, selama 30 tahun PAJ berdiri, belum ada yang merasakan kehadirannya. "Maka dari itu, di kepengurusan saya yang baru 10 bulan ini, saya membuat MoU dengan beberapa institusi salah satunya yang terbaru ini adalah dengan YARSI. Saya menyadari, PAJ belum menjadi organisasi internasional. Karena, kita baru punya 12 cabang di Indonesia," ucap Vidi.

Pria yang merupakan adik kandung pengacara kondang Elza Syarief ini pun mempunyai harapan besar di MoU ini. Vidi menjelaskan, kerjasama dengan YARSI ini meliputi tiga ruang lingkup

Pertama, ucap pria yang juga pengacara ini, kerja sama bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan pelayanan kesehatan (rumah sakit). "Kedua, kerja sama dalam pengadaan alat kesehatan buatan Jerman untuk keperluan YARSI. Dan ketiga, kerjasama dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas para pihak sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing serta berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku," papar Vidi.

Pengganti Osco Olfriady Letunggamu ini menambahkan, pengurus PAJ sendiri telah berkiprah banyak. "Seperti sekjen saya mempunyai lembaga pendidikan dasar sampai dengan tinggi dan spesialisasi. Bendahara umum saya juga punya lembaga pendidikan Indonesia-Jerman sejak 14 tahun yang lalu. Juga, ada pengurus kita yang di bidang IT mampu membuat aplikasi yang sangat bagus. Ini penting karena jadi pondasi PAJ," ungkapnya.

PAJ, lanjut Vidi, juga akan memfasilitasi Universitas YARSI dengan Pemerintah Jerman. "Supaya kita dapat fasilitas khusus untuk mengantarkan YARSI dengan universitas-universitas di Jerman. Kami berharap MoU ini akan melahirkan banyak kerjasama antara YARSI dengan institusi pendidikan atau universitas-universitas, kesehatan (rumah sakit) dan teknologi kesehatan Jerman," tukasnya.

Akhirnya, Vidi pun mengucapkan terimakasih pada semua pihak di YARSI. "Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak. Dan kami bangga bisa bekerjasama dengan YARSI," tutup Vidi.

Sebelum menutup pembicaraan, Vidi sempat meminta kesediaan Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. dan Ketua Yayasan YARSI, Prof. dr. H. Jurnalis Uddin, P.A.K. untuk menjadi dewan kehormatan PAJ. "Karena, kebetulan, salah satu dewan kehormatan PAJ yang sudah masuk adalah Managing Director Sinas Mas Group yang juga Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, Pak Saleh Husin, S. E., M. Si.," papar Vidi.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI, dr. Mulyadi Muchtiar, MARS, dalam sambutannya mengaku sangat bangga dengan kerjasama ini. "Adalah suatu kebanggaan kerjasama dengan Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ)," ungkapnya.

Mulyadi pun menjelaskan bahwa Rumah Sakit Umum YARSI adalah rumah sakit ke-30 di Jakarta Pusat. "Dan, rumah sakit ke-216 di DKI Jakarta. Kami pun mendapat hikmah dengan kerjasama ini. Tiga hal di MoU itu tentu sangat penting buat kami," paparnya.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) YARSI, drg. Liana Zulfa, Sp.Perio, MARS dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada jajaran pimpinan PAJ atas dimulainya kerjasama ini. Liana menerangkan, RSGM YARSI sendiri mempunyai unggulan yaitu melakukan perawatan gigi tanpa rasa sakit.

"Tentu dengan pengawasan dokter spesialis gigi dan anastesi. Hanya rumah sakit yang mempunyai kompetensi yang bisa melakukan ini. Dan ini jadi unggulan kita. Banyak pasien dari luar kota yang datang ke sini, terutama mereka yang punya keterbatasan motorik," cetusnya.

Dokter gigi berhijab ini menambahkan, meski usianya masih muda, RSGM YARSI optimis dapat berkembang baik karena memiliki unggulan. "Dokter gigi di sini 24 jam. Ada dua IGD juga. IGD umum dan IGD dental. Ini juga salah satu unggulan kami," ucap Liana.

Ia berharap kerjasama dengan PAJ ini berjalan lancar. "Ya apalagi, alat-alat kesehatan dan kedokteran di sini masih impor baik dari Jerman dan lain-lainnya. Tentu ini sangat membantu. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa memperlancar semuanya," Liana berharap.

Ketua Yayasan YARSI, Prof. dr. H. Jurnalis Uddin, P.A.K. dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat menyambut baik kerjasama ini. "Saya rasa sudah lengkap semua tadi disampaikan. Terpenting adalah pelayanan terbaik akan selalu diberikan YARSI pada masyarakat. Saya berdoa kerjasama ini dapat berjalan lancar," ketua yayasan berdoa.

Ketua Dewan Pakar PAJ, Masykur Chaniago, Dipl. Ing, M. Eng, MBTNuc mengatakan, suatu kebanggaan dapat kerjasama dengan YARSI. "Karena, dulu saya ini juga dari YARSI (fakultas kedokteran) sebelum ke Jerman. Jadi saya bangga dan berharap kerjasama ini sinergis," imbuhnya.

Acara MoU itu sendiri dihadiri civitas akademika dan pimpinan universitas, rumah sakit dan yayasan YARSI. Serta dari PAJ dihadiri pimpinan dan pengurus.

Untuk diketahui, MoU ini merupakan yang ke-4 yang dilakukan PAJ setelah dengan PERWIRA, STIH IBLAM dan HIMABA. Dan ini merupakan langkah positif dan teraktif yang dilakukan PAJ yang pernah ada. ***