logo

Evaluasi PPKM, Airlangga: Pengendalian Kasus Nasional Sangat Baik

Evaluasi PPKM, Airlangga: Pengendalian Kasus Nasional Sangat Baik

Foto: Kolase YouTube.
12 Oktober 2021 17:54 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) minggu ini, angka capaian pengendalian kasus di Indonesia sudah sangat baik. Berdasarkan data Johns Hopkins University, Kasus Konfirmasi Harian di Indonesia sebesar 4,60 kasus per 1 juta penduduk, jauh lebih rendah (lebih baik) dibandingkan negara lain, seperti Singapura (541,9 kasus), Inggris (525,3 kasus), Malaysia (277,7 kasus), dan Philipina (95,55 kasus) per 1 juta penduduk.

Demikian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers bersama Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marinves) dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin secara virtual usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi PPKM yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10/2021).

“Terlihat juga dari data NIKKEI Covid-19 Recovery Index, peringkat Indonesia (per 6 Oktober 2021) menjadi ranking 54 (membaik dari posisi 31 Juli ranking 114 dan posisi 31 Agustus ranking 92). Posisi peringkat ini juga lebih baik dari semua negara ASEAN lainnya, seperti Singapura di peringkat 70, Malaysia peringkat 102, dan Thailand ranking 109,” ungkap Airlangga.

Evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali dilakukan setiap minggu, termasuk untuk periode kali ini yang akan berlangsung hingga 18 Oktober 2021 nanti.

Apabila dilihat situasi Jumlah Kasus Covid-19 per Pulau (Kelompok Provinsi), dari Recovery Rate (RR), Case Fatality Rate (CFR) dan Kasus Aktif (penurunan sejak 9 Agustus awal penerapan PPKM Darurat/Level 4), hasil evaluasi per 10 Oktober 2021 adalah sebagai berikut:

- Sumatera: RR = 95,55% dan CFR= 3,56%, dengan penurunan -94,10%.

- Nusa Tenggara: RR = 96,99% dan CFR = 2,34% dengan penurunan -95,26%.

Kalimantan: RR = 95,90% dan CFR = 3,16% dengan penurunan -93,18%.

Sulawesi: RR = 96,05% dan CFR = 2,63% dengan penurunan -90,90%.

Maluku dan Papua: RR = 95,75% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -88,86%.

Sementara, persentase Recovery Rate (RR) Nasional adalah 96,05% dan Case Fatality Rate (CFR) Nasional sebesar 3,37%. Sedangkan persentase penurunan Kasus Aktif secara nasional adalah -94,55%.

Dalam jangka waktu seminggu ini, dari 27 provinsi di Luar Jawa Bali, tidak ada provinsi yang masuk Level 4, kemudian 3 provinsi di Level 3, ada 22 provinsi di Level 2, serta 2 provinsi berhasil di Level 1 (Kepulauan Riau dan NTB). 

Secara umum, asesmen situasi pandemi di luar Jawa-Bali menunjukkan perbaikan signifikan dari minggu ke minggu. Terjadi penurunan level (perbaikan) untuk 2 provinsi, yaitu Kepulauan Bangka Belitung yang turun dari Level 3 ke Level 2, dan NTB yang turun dari Level 2 ke Level 1. 

Dari sisi indikator Transmisi Komunitas (Laju Penularan), dari 27 provinsi luar Jawa Bali, terdapat 3 provinsi di Level TK-2. Sedangkan selebihnya sebanyak 24 provinsi sudah berada di Level TK-1.

“Kalau dilihat di tingkat Kabupaten/ Kota di Luar Jawa dan Bali, terdapat 1 Kabupaten/ Kota di Level 4, ada 38 Kabupaten/ Kota di Level 3, sebanyak 278 Kabupaten/ Kota di Level 2, dan terjadi peningkatan Kabupaten/ Kota di Level 1 menjadi sebanyak 69 Kabuoaten/ Kota (Minggu lalu sebanyak 52 Kabupaten/ Kota di Level 1),” tutur Menko Airlangga. 

Masih adanya 1 Kabupaten/ Kota yang di Level 4 (Kota Sabang), disebabkan adanya peningkatan jumlah kematian dalam beberapa hari terakhir ini, yaitu menjadi di atas 5 kasus/ hari. Namun demikian, indikator Transmisi Komunitas lainnya di Kota Sabang sangat bagus (Kasus Konfirmasi di level TK-1, dan Rawat Inap juga di level TK-1).

Perkembangan indikator Covid-19 di 6 Kabupaten/ Kota yang menerapkan PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali pada periode ini, dibandingkan pada saat awal PPKM periode ini (5 Oktober), terjadi perbaikan situasi, di mana terdapat 2 Kabupatrn/ Kota yang mengalami penurunan level (perbaikan) dari Level 3 ke Level 2, yaitu Kota Padang dan Kota Banjarmasin; dan 5 Kabupaten/Kota mengalami penurunan Positivity Rate, yakni Pidie, Bangka, Kota Padang, Bulungan, dan Kota Tarakan. Capaian Vaksinasi per 9 Oktober 2021 di 6 Kabupaten/ Kota PPKM Level 4 ini, terdapat 4 Kabupaten/Kota masih di bawah rata-rata Vaksinasi Dosis-1 Nasional (48,00%), dan 4 Kabupaten/Kota di bawah rata-rata Vaksinasi Lansia tingkat Nasional (32,74%).

Kasus Konfirmasi Harian

Senada dengan Menko Perekonomian Airlangga, Menko Marinves Luhut B Pandjaitan mengatakan, dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN, Indonesia mengalami perkembangan pesat dengan kasus konfirmasi harian yang terus turun hingga 98,9 persen.

Luhut juga mengonfirmasikan soal menurunnya angka kematian, dibandingkan per 15 Juli lalu, dan  merespon terdongkraknya kecepatan vaksinasi yang ada. Peningkatan kecepatan vaksinasi lansia memperlihatkan keberhasilan menurunnya PPKM.

Terkait pembukaan Bali sebagai destinasi pariwisata mancanegara, pihaknya secara seksama akan melakukan pengawasan secara maksimal. “Sistem karantina harus clean dan transparan, target vaksin harus dikejar. Pemerintah akan memperketat persyaratan mulai dari Pre-Departure Requirement hingga On-Arrival Requirement,” kata Menko Luhut.

Secara detail, Menko Luhut mengungkapkan beberapa persyaratan sebelum kedatangan pendatang dari luar negeri. Dalam persyaratan ini ditentukan beberapa hal, yaitu bila pengunjung berasal dari negara dengan kasus konfirmasi level 1 dan 2 dengan positivity rate <=5 persen. Hasil negatif tes RT-PCR sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan.

Kemudian, bukti vaksinasi lengkap dengan dosis ke-2 dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan dan ditulis dalam Bahasa Inggris dan selain bahasa negara asal, asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimum 100.000 dolar AS dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19, bukti konfirmasi pembayaran akomodasi selama di Indonesia dari penyedia akomodasi atau pihak ketiga.

Sedangkan dalam On-Arrival Requirement ditentukan beberapa hal, yaitu Mengisi E-HAC via aplikasi Peduli Lindungi. “Kita buat aplikasi ini go internasional,” tutur Menko Luhut.

Selain itu, Menko Luhut juga turut mengingatkan perlunya kesiapan seluruh elemen masyarakat dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. “Kita jangan sampai lengah dan lepas kendali dengan situasi ini, Presiden sudah wanti-wanti agar kita semua tetap menjaga keadaan kondusif,” ungkapnya.

Kekebalan Alami

Sementara  itu Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan secara ilmiah mengenai kasus di Indonesia yang turun secara drastis. Salah satunya, kata Menkes Budi,  karena kekebalan yang timbul baik secara alami maupun buatan. 

“Bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, kami telah menyiapkan Survei Prevalensi Antibodi Masyarakat untuk 21.880 sampel di 34 provinsi seluruh Indonesia,” ujarnya. 

Menurut Menkes, survei ini akan memberikan gambaran ke depan mengenai peta penanganan Covid-19 sehingga pencegahan akan dapat dilaksanakan dengan lebih maksimal. Bekerjasama dengan Universitas dan WHO, ucap Menkes, survey ini akan memperlihatkan pula kepada dunia atas kesiapan Indonesia dalam menghadapi Covid-19.

Indonesia juga menempati urutan ke-5 terbanyak yang telah melaksanakan vaksinasi di seluruh dunia. Diharapkan ke depannya penanganan Covid-19 akan lebih maksimal dan Indonesia mampu menghadapi tantangan ini dengan lebih baik lagi. ***

Editor : Pudja Rukmana