logo

Jokowi Prihatin Masyarakat Bawah Tertipu Dan Terjerat Bunga Tinggi Pinjaman Online

Jokowi Prihatin Masyarakat Bawah Tertipu Dan Terjerat Bunga Tinggi Pinjaman Online

Foto: YouTube
11 Oktober 2021 23:57 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, gelombang digitalisasi yang terjadi beberapa tahun terakhir ini yang dipercepat oleh pandemi Covid-19 harus disikapi dengan cepat dan tepat. 

Penegasan ini disampaikan Presiden saat memberikan pidato kunci dalam acara 'Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Virtual Innovation Day 2021' di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10/2021), yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden melihat, bank dan asuransi berbasis digital bermunculan, berbagai macam e-payment pun harus didukung. Di lain pihak, penyelenggara fintech juga terus bermunculan, termasuk fintech syariah. Inovasi-inovasi financial technology semakin berkembang. Fenomena sharing economy, semakin marak, dari ekonomi berbasis peer to peer hingga business to business.

"Tetapi, pada saat yang sama, saya juga memperoleh infornasi, banyak penipuan dan tindak pidana keuangan telah terjadi. Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya," ungkap Presiden.

Menurut Kepala Negara, perkembangan yang cepat ini harus dijaga, dikawal dan sekaligus difasilitasi agar perekonomian masyarakat tumbuh secara sehat. "Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital setelah China dan India dan bisa membawa kita menjadi ekonomi terbesar ke-7 dunia di 2030,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan, momentum tersebut harus disambung dengan upaya membangun ekosistem keuangan digital yang kuat, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Selain itu, juga harus memiliki mitigasi risiko atas kemungkinan timbulnya permasalahan hukum dan permasalahan-permasalahan sosial untuk mencegah kerugian dan meningkatkan perlindungan kepada masyarakat.

Pembiayaan teknologi finansial juga harus didorong untuk kegiatan produktif, membangun kemudahan akses, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan, membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih banyak melakukan transaksi digital yang minim aktivitas fisik, serta membantu UMKM untuk naik kelas dan masuk ke ranah digital.

“Saya titip kepada OJK dan para pelaku usaha dalam ekosistem ini untuk memastikan inklusi keuangan yang kita kejar, yang harus diikuti dengan percepatan literasi keuangan dan literasi digital, agar kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya.

Presiden menjelaskan, inklusi keuangan harus memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya masyarakat lapisan menengah ke bawah. Kemudian, harus menjadi solusi untuk menekan ketimpangan sosial, menjangkau segmen masyarakat yang belum tersentuh sistem keuangan konvensional.

Menurut Kepala Negara, penyedia layanan keuangan digital juga harus berorientasi Indonesiasentris. Tidak hanya berpusat di Jawa saja, tetapi harus  membantu mempercepat transformasi keuangan digital hingga ke seluruh penjuru Tanah Air. 

"Oleh karena itu, seluruh industri jasa keuangan harus melaksanakan program literasi keuangan dan literasi digital mulai dari desa, mulai dari pinggiran. Bukan hanya agar masyarakat bisa memanfaatkan jasa dari industri keuangan, tapi juga untuk memfasilitasi kewirausahaan mereka dengan risiko yang rendah,” ujarnya menegaskan.

Lebih jauh Presiden berharap ekosistem keuangan digital yang tangguh dan berkelanjutan harus terus dijaga untuk mendorong percepatan pergerakan ekonomi nasional yang inklusif, serta berkontribusi lebih besar pada upaya pemulihan ekonomi yang sedang dilakukan.

“Komitmen, keberpihakan, dan kerja keras Bapak dan Ibu sekalian sangat ditunggu oleh pelaku pelaku ekonomi, utamanya pelaku ekonomi kecil khususnya juga usaha mikro, kecil, dan menengah untuk segera bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dan terfasilitasi untuk memanfaatkan peluang baru yang bermunculan,” ungkapnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet (Setkab) Pramono Anung, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. ***

Editor : Pudja Rukmana