logo

DPR Dukung Pemerintah Revitalisasi Sosial Media Di Era Disrupsi Digital

DPR Dukung Pemerintah Revitalisasi Sosial Media Di Era Disrupsi Digital

Webinar bertajuk Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Wadah Kreativitas di Era Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (8/10/2021).
10 Oktober 2021 22:30 WIB
Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: DPR mendukung langkah pemerintah dalam konteks revitalisasi sosial media di era disrupsi digital. Untuk itu, kehadiran berbagai platform sosial media harus diatur dalam payung hukum yang jelas dan komprehensif. 

Demikian mengemuka dalam webinar bertajuk Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Wadah Kreativitas di Era Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (8/10/2021). Webinar via zoom yang  diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Sub Koordinator Penerapan Literasi Digital, Kemenkominfo, Indriani Rahmawati dan Content Creator, Ghania Harsono sebagai narasumber. 

"DPR mendorong mitra kerja pemerintah agar dapat mengawasi platform sosial media untuk berperan optimal sebagai media yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia," kata Meutya Hafid dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/10). 

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan generasi muda sebagai pengguna media sosial terbesar harus memiliki kemampuan literasi media sosial supaya bisa menjadi pendorong bermedia sosial dengan baik. 

"Literasi sosial mengapa menjadi penting, karena masyarakat saat ini sudah masuk dalam tahapan masyarakat informasi, dimana kebutuhan akan informasi menjadi hal yang utama," jelasnya. 

Di samping itu, perkembangan teknologi yang pesat dan hadirnya media baru menuntut seseorang untuk bisa memiliki kemampuan literasi yang berbeda dari biasanya. 

Sementara itu, Sub Koordinator Penerapan Literasi Digital, Kemenkominfo, Indriani Rahmawati mengungkapkan ada tiga unsur dalam proses literasi digital, yaitu platform, framework, dan activation. Platform merupakan web dan aplikasi digital yang terintegrasi sebagai untuk mendalami literasi digital. Lalu, framework atau rangkaian kegiatan untuk memicu penggunaan platform dan pengembangan konten. 

“Pada unsur activation, pengembangan konten literasi digital berkolaborasi dengan berbagai pihak harapannya jumlah talenta digital meningkat lebih cepat,” katanya. 

Di tempat yang sama, Content Creator, Ghania Harsono dalam paparannya banyak menjelaskan tentang fungsi sosial media termasuk dampaknya. Ia juga menjelaskan tentang pentingnya personal branding di sosial media yang berisi konten-konten positif dan menarik. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH