logo

Jokowi Ingin Pamer Ekonomi Hijau Hutan Mangrove Bali Ke Forum G20

Jokowi Ingin Pamer Ekonomi Hijau Hutan Mangrove Bali Ke Forum G20

Foto: YouTube
09 Oktober 2021 05:05 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - NGURAH RAI, BALI: Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertekad ingin  memanfaatkan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 sebagai showcase mengenai kemampuan Indonesia, dalam mengendalikan pandemi Covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

Presiden tampaknya juga tertarik untuk menjadikan konsep rehabilitasi hutan mangrove di Ngurah Rai, Bali, sebagai salah satu tempat yang akan ditampilkan kepada para pemimpin negara saat pelaksanaan G20 tahun depan.

Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya, Indonesia mendapat kepercayaan menjadi Presidensi G20 mulai 1 Desember 2021 sampai 30 November 2022. Penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20/2022 dilakukan saat KTT G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi 22 November 2020 lalu. Serah terima Presidensi G20 dari Italia ke Indonesia akan dilakukan pada 'G20 Leader Summit' di Roma, Italia,  30-31 Oktober 2021.

"Tadi saya baru saja meninjau dan memastikan kesiapan beberapa venue yang kita siapkan di Provinsi Bali, yang kita rencanakan untuk menjadi tempat pelaksanaan KTT G20 pada tahun 2022," kata Presiden.

"Sebagai tuan rumah kita ingin melayani dengan baik, ingin menampilkan yang terbaik, dan saya yakin Bali memiliki reputasi, memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan event-event internasional," ujarnya.

Menurut Presiden, Indonesia juga ingin menampilkan kemajuan-kemajuan Indonesia yang telah dicapai dan juga showcase untuk kekayaan budaya bangsa yang majemuk, yang sangat beragam. "Dan, sekaligus kita juga ingin menunjukkan leadership Indonesia dalam Presidensi G20 nantinya," ungkap Presiden Jokowi. 

Presiden berharap, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat Bali terus ikut bersama-sama mengendalikan Covid-19 ini. "Dan, saya tadi pagi sudah mendapatkan laporan bahwa 98 (persen) masyarakat Bali sudah menerima vaksin dosis pertama dan 79 persen sudah menerima dosis yang kedua. Ini adalah modal kita dalam mempersiapkan G20 ke depan," kata Presiden.

Rehabilitasi Mangrove

Sebelumnya mengawali kunjungan kerja ke Bali, Jumat (08/10/2021), Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo telah  meninjau hutan mangrove dan melihat rehabilitasi mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali.

Rehabilitasi penanaman mangrove, selain bisa mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Hal ini karena, produksi hasil laut, khususnya ikan dan kepiting akan meningkat berkat pemeliharaan hutan mangrove yang baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Usai melakukan peninjauan, Presiden Jokowi tampaknya tertarik dan akan menjadikan rehabilitasi hutan mangrove di Ngurah Rai, Provinsi Bali sebagai tempat percontohan replikasi model rehabilitasi ekosistem hutan mangrove di provinsi-provinsi lain di Tanah Air.

Tidak hanya itu, rehabilitasi hutan mangrove di Bali juga termasuk salah satu tempat yang akan dipamerkan kepada para pimpinan negara-begara peserta G20 nanti terkait manfaat pentingnya pemeliharaan hutan di pesisir pantai bagi green economic dan mengantisipasi climate change.

Dibangun sejak tahun 2003, rehabilitasi penanaman mangrove di Bali, selain memperbaiki kualitas hutan di pesisir pantai sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, pariwisata, dan penguatan perekonomian masyarakat sekitar. 

“Ini akan terus kita lakukan di kawasan-kawasan pesisir untuk memulihkan, untuk melestarikan kawasan hutan mangrove kita dan juga untuk mengantisipasi dan memitigasi dari perubahan iklim dunia yang terus dan akan terjadi,” ujar Presiden. ***

Editor : Pudja Rukmana