logo

Antisipasi Climate Change, Jokowi Minta Mentan Tingkatkan Produksi Jagung Nasional

Antisipasi Climate Change, Jokowi Minta Mentan Tingkatkan Produksi Jagung Nasional

Foto: YouTube
07 Oktober 2021 23:20 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produktivitas jagung nasional agar mencapai target yang dibutuhkan bahkan melampauinya. Jika produksi jagung nasional sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri, diharapkan kelebihan hasil produksi tersebut bisa diekspor ke luar negeri.

“Tadi perintah konkret pada kami sebagai Menteri Pertanian dan menteri lain agar pengembangan jagung dikembangkan lebih luas lagi, melampaui existing yang ada,” kata Mentan usai mengikuti rapat dengan topik 'Penguatan Ekosistem Pangan' yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (06/10/2021).

Menurut Mentan, pada tahap pertama Presiden menyampaikan  soal budidaya jagung. Bagaimana pengembangan jagung agar  produktivitasnya terus meningkat dan produksi nasionalnya sesuai target yang dibutuhkan. "Bahkan melampaui target yang ada,” ujar Mentan dalam keterangannya, yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Lebih jauh Presiden Jokowi juga memerintahkan Mentan untuk menyiapkan pengelolaan mulai dari pemetikan hingga pengolahan pascapanen. Termasuk pula menyiapkan pasar bagi komoditas jagung.

“Jadi tiga tahap itu yang betul-betul Bapak Presiden minta supaya semua menteri, lebih khusus saya sebagai Menteri Pertanian, akan main di budidaya dan bisa meningkatkan semua produktivitas jagung kita khususnya di dalam menghadapi climate change, perubahan-perubahan anomali cuaca yang luar biasa baik di secara nasional maupun secara global,” ungkapnya.

Presiden juga meminta Mentan untuk secara bertahap memanfaatkan lahan-lahan pertanian yang masih banyak seperti di Papua Barat. Seperti diketahui, di Papua Barat dari 11.000 hektare lahan jagung yang ada baru 33 persen yang dimanfaatkan dengan baik.

“Ya Bapak Presiden minta untuk kita secara bertahap melihat apa-apa yang bisa kita lakukan di sana, lebih khusus untuk memanfaatkan lahan-lahan yang memang sangat realistis untuk kita lakukan penanaman dan salah satu yang harus kita maksimalkan adalah jagung kita di tempat itu. Dan, ini saya dikasih waktu satu bulan untuk melakukan itu,” katanya.

Mentan juga menegaskan bahwa pihaknya tengah melatih sekitar 800 petani milenial di Papua Barat dari target 2.000 petani milenial. Nantinya para petani milenial tersebut juga akan dibekali dengan pendampingan terkait sejumlah hal yang dibutuhkan.

“Ini terus berkejaran, tidak hanya pelatihan, sesudah dilatih dia punya program dan dia menggunakan KUR untuk kemudian kita lakukan asistensi sampai pada tahap-tahap yang dibutuhkan,”ujarnya. ***

Editor : Pudja Rukmana