logo

Komisi VIII DPR Dorong Akselerasi Capaian Program Kemensos

 Komisi VIII DPR Dorong Akselerasi Capaian Program Kemensos

Sekjen Kemensos Harry Hiat.(foto,ist)
05 Oktober 2021 17:01 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Komisi VIII DPR gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Eselon I Kementerian Sosial (Kemensos) beragendakan “Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2021 dan Isu-isu aktual”.

“Secara umum kami dapat memahami pelaksanaan program di Kemensos dengan penyerapan anggaran di setiap Unit Kerja Eselon I yang sudah dilaporkan," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily, pimpinan RDP di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Senayan, Senin (4/10/2021).

Dari Kemensos rapat dihadiri Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Dirjen Pemberdayaan Sosial, Plt Dirjen Rehabilitasi Sosial, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dirjen Penanganan Fakir Miskin, serta Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial.

Serapan anggaran unit Eselon I dan realisasi hingga awal Oktober 2021 sebagai berikut: Sekretaris Jenderal Rp 1 triliun realisasi Rp 185,5 miliar (17,50 persen), Inspektur Jenderal Rp 32,2 miliar realisasi Rp 22,9 miliar (71,19 persen), Ditjen Pemberdayaan Sosial Rp 333 miliar serapan Rp 155 miliar (46,61 persen), Ditjen Rehabilitasi Sosial Rp 1,1 triliun serapan Rp 468 miliar (42,51persen), Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Rp 30 triliun serapan Rp 21 triliun (72,69 persen), Ditjen Penanganan Fakir Miskin Rp 73 triliun serapan Rp 46 triliun (62,61 persen); serta Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Rp 237 miliar sersapan Rp 149 miliar (63,09 persen), sehingga total Rp 106,8 triliun dengan serapan Rp 69.2 triliun atau rata-rata 64,76 persen.

Pada kesempatan itu, anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania mengapresiasi kinerja Kemensos, salah satunya program dari Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) yang telah melakukan kegiatan mitigasi bencana yang dilaksanakan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

“Kami apresiasi atas kinerja Kemensos dan berharap agar monitoringnya diteruskan dan disiapkan. Sehingga, saat terjadi bencana sudah siap dimana titik kumpul terutama di daerah-daerah yang diprediksi terjadi bencana, juga meminta ada akselerasi agar program bisa dirasakan oleh penerima manfaat,” tutur politisi PDIP itu.

Hal senada diungkapkan oleh Buchori Yusuf dari FPKS yang mendukung program-program Kemensos, namun mengingatkan bahwa anggaran dan program yang banyak perlu pengawasan bekerja sama dengan DPR RI.

“Pihak Inspekotrat Jenderal (Itjen) perlu memperbanyak kerja sama terutama pengawasan program Kemensos yang banyak dan anggaran yang besar dengan kami di Komisi VIII DPR RI,” ucap Buchori.

Komisi VIII DPR RI minta agar Unit Kerja Eselon I Kemensos mempercepat penyerapan anggaran pada Triwulan ke-lV Tahun Anggaran 2021 dan merespon berbagai pendapat dan pandangan yang telah diajukan oleh para anggota.

Pertama memastikan Program Pejuang Muda benar-benar dapat diimplementasikan dengan petunjuk pelaksanaan yang jelas, rekrutmen yang selektif, serta pembinaan untuk menghasilkan SDM yang loyal, dedikatif dan bertanggung jawab.

Kedua mendorong verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), agar dapat dilaksanakan secara sinkron dan terpadu dengan melibatkan semua stakeholders terkait. Sehingga, dapat diandalkan menjadi satu data untuk seluruh program sosial.

Ketiga pengembangan program-program di Kemensos harus berbasis kajian ilmiah. Sehingga, efektivitas program dapat diukur dan dipertanggungjawabkan kepada publik.

Keempat meningkatkan kolaborasi antar Ditjen, agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak hanya menerima manfaat bantuan sosial, melainkan juga mendapatkan pemberdayaan secara ekonomi dan sosial.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto