logo

CSIS: Gaya Komunikasi Politik Airlangga Mampu Pompa Elektabilitas

CSIS: Gaya Komunikasi Politik Airlangga Mampu Pompa Elektabilitas

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes (Ist)
26 September 2021 23:57 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gaya komunikasi politik Airlangga Hartarto dalam dua hari terakhir dinilai cukup strategis, menyusul posisinya adalah komandan utama dari partai besar dengan kursi terbanyak kedua di DPR.

Dalam situasi politik di Indonesia yang sangat dinamis saat ini, Arya Fernandes selaku Head of Department of Politics and Social Change at Centre for Strategic and International Studies (CSIS), menilai komunikasi lintas partai ini harus menjadi agenda politik yang konsisten bagi Ketua Umum Partai Golkar ini.

Dalam pekan ini, bos "Beringin" telah berjumpa dengan Ganjar Pranowo yang tak lain Lurah Jawa Tengah di Klaten. Menyusul pada Sabtu pagi, Menko Perekonomian ini berolahraga bersama Gus Ami alias Muhaimin Iskandar yang juga Ketum PKB di kawasan SCBD, Jakarta.

“Semakin sering mereka bertemu, maka di tingkat pemilih, di bawah, juga semakin baik dan tidak terpolarisasi. Masyarakat melihat mereka bisa berkomunikasi dengan apik, meski suatu saat juga bisa berkompetisi,” kata Arya di Jakarta, Minggu (26/9/2021).

Situasi politik di Indonesia saat ini belum jelas menunjukkan siapa saja yang akan mendapatkan dukungan dari partai politik untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang. Dalam kondisi seperti itu, Arya menilai bahwa komunikasi politik imenjadi sangat strategis untuk terus dibangun dan dilakukan secara intens.

“Terutama, komunikasi lintas partai,” jelas Arya.

Menurut Arya, langkah Airlangga tersebut ditujukan, pertama untuk membaca kemungkinan-kemungkinan membentuk koalisi. Kedua, dalam rangka mencari chemistry di antara tokoh-tokoh tersebut. Lalu, ketiga, dalam rangka mencari kesamaan platform pandangan dan kebijakan.

Golkar sendiri dalam agenda Pilpres 2024 nanti memang diuntungkan, karena memiliki kira-kira 14% kursi di DPR, sehingga hanya butuh sisa 6% untuk mencalonkan presiden. Hal ini membuat Golkar dan Airlangga sebagai partai dan figur yang “seksi”, karena memiliki posisi tawar yang sangat tinggi.

“Airlangga saya kira punya peluang untuk bisa maju dan bertemu banyak tokoh,” tegas Arya.

Dalam hitungan politik, saat ini waktunya sudah sangat dekat untuk mulai membuat strategi dan program menuju 2024, sehingga sangat wajar jika aktivitas politik dari tokoh seperti Airlangga ini mulai ditingkatkan.

“Saat ini waktu yang ideal dan pas untuk melakukan mobilisasi politik, seperti yang dilakukan Airlangga. Semakin dini, calon itu melakukan sosialisasi politik ke publik, maka semakin baik pula bagi masyarakat,” ucap Arya.

Pasalnya, masyarakat menjadi tahu apa program dari Airlangga yang ingin maju di Pilpres 2024 nanti. Selain itu, memberikan kesempatan bagi salah seorang Menteri Kabinet Indonesia Maju yang dipercaya Jokowi ini untuk bertemu dengan banyak orang dan menjalin komunikasi politik. Bahkan, sangat potensial untuk terus meningkatkan elektabilitasnya melalui sosialisasi publik.

Di 2024, Arya melihat faktor partai menjadi sangat penting. Apalagi tidak ada calon petahana, karena Presiden Joko Widodo secara konstitusi tidak bisa dicalonkan lagi, karena sudah dua periode memimpin Indonesia. Selain itu, tokoh-tokoh populer, umumnya tidak memiliki dukungan partai yang secara tegas mendukung mereka. Misalnya, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan atau Ridwan Kamil.

Sementara itu, tokoh yang benar-benar dominan dengan memiliki elektabilitas di atas 30 persen juga tidak ada. Faktor-faktor itu membuat posisi partai sangat strategis.

Arya sendiri menilai Ganjar masih menunggu peluang untuk dicalonkan oleh PDI Perjuangan. Namun, jika tidak ada kepastian atau lama didapatkan, tidak tertutup kemungkinan Ganjar bisa "nyebrang" atau pindah ke partai lain. Hal ini membuat komunikasi dengan Airlangga pantas dimaknai untuk berkoalisi di Pilpres 2024, tanpa harus mempertimbangkan dukungan PDIP melainkan bisa dengan partai lain.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH