logo

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Pastikan Produktivitas Pertanian Di Garut Tidak Terganggu

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Pastikan Produktivitas Pertanian Di Garut Tidak Terganggu

26 September 2021 13:33 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - GARUT: Kabupaten Garut tidak main-main untuk menggenjot produktivitas pertanian. Dengan cara ini, Garut tetap menjaga ketahanan pangan. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, menjaga ketahanan pangan adalah keharusan.

"Dalam pandemi, pertanian dituntut untuk terus berproduksi. Dituntut bisa memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, pertanian tidak boleh berhenti," katanya.

Untuk memastikan produktivitas dan ketahanan pangan tetap terjaga, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengunjungi BPP Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (25/9/2021) untuk memastikan Kostratani berjalan dengan baik.

"Kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah adanya peningkatan produktivitas, yang kedua peningkatan efisiensi, yang ketiga penurunan ongkos produksi," tuturnya. 

Menurutnya, Kostratani turut membantu petani untuk meningkatkan produktivitas tersebut. "Peningkatan produktivitas tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas, kapasitas, dan pengetahuan SDM pertanian, baik penyuluh maupun petani," katanya. 

Dijelaskan Dedi Nursyamsi, penyuluh dan petani adalah orang yang sangat mulia karena menjadi pendamping dan menyediakan pangan bagi penduduk Indonesia. "Selain itu, petani milenial juga dibangun di Kostratani. Petani milenial wajib melek teknologi saling berkolaborasi dengan penyuluh dan insan tani lain, saling menguntungkan," katanya.

Dedi menyebutkan jika tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk indonesia. "Yang kedua meningkatkan kesejahteraan petani yang ketiga, menggenjot ekspor. Bagaimana pun ketahanan pangan adalah harga mati," katanya.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga Guna Santika, mengatakan saat ini sudah mulai terlihat untuk media belajar petani dan penyuluh.

"Banyak contohnya misalkan pemanfaatan penanaman komoditas sayur mayur dan buah dengan polybag, dan di pekarangan," katanya. 

Menurutnya produk tani bisa di modifikasi dan dibuat menjadi bermacam macam produk. value nya tinggi dan profit petani pasti meningkat.

"Sedangkan pemasaran hasil produk kembangkan dari pertanian sudah dipasarkan online ke seluruh indonesia, makanya penting petani kita punya bekal berwirausaha yang baik. Pemanfaatan lahan sempit menjadi hal yang umum saat ini karena bertani bisa dilakukan dimana pun”, terang Beni Yoga.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH