logo

Vaksinasi Di Kawasan Borobudur Dipercepat Untuk Mendukung Event Besar

Vaksinasi Di Kawasan Borobudur Dipercepat Untuk Mendukung Event Besar

Candi Borobudur. (Foto: Istimewa)
26 September 2021 12:19 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Pemprov Jateng terus menggenjot vaksinasi di kawasan wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Hal ini dikarenakan, vaksinasi di kawasan setempat masih relatif rendah.

Saat gowes dari Yogyakarta, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sempat memantau vaksinasi massal yang digelar di beberapa titik di Magelang, Minggu (26/9/2021). Diantaranya di Candi Borobudur, Desa Wisata Wanurejo dan Balkondes Duta Menoreh Tanjungsari. Sebanyak 10 ribu orang menjadi target dalam vaksinasi tersebut.

"Vaksinasi ini untuk menyiapkan dan membantu para pelaku wisata khususnya di kawasan Borobudur. Selain itu juga para pelajarnya. Kami sengaja menggelar di kawasan ini, agar publik tahu bahwa pariwisata kita mesti siap-siap sehingga masyarakat aman, pelaku wisata aman dan pelajar aman," katanya.

Selain itu, juga akan ada sejumlah event besar yang dihelat di Borobudur. Dalam waktu dekat, ada event Tour de Borobudur (TDB), ajang balap sepeda dan Borobudur Marathon, ajang marathon tingkat internasional.

"Sebelum melaksanakan kegiatan-kegiatan tadi, kami ingin vaksinasi dipercepat. Dan memang Kabupaten Magelang termasuk rendah vaksinasinya, maka kita serbu harapannya bisa naik dan masyarakat bisa terlindungi. Kalau sudah begitu, maka wisata yang bagus-bagus bisa menggeliat lagi," terangnya.

Ganjar juga meminta seluruh daerah di Jateng benar-benar mempersiapkan diri jika ingin membuka destinasi wisata. Kepala daerah harus bisa memilih dan memilah mana destinasi prioritas dan mana yang perlu dilakukan percepatan vaksinasi.

"Pilihan itu bisa didorong umpama pelaku ekonomi di pasar, anak sekolah dan tentu pariwisata. Semuanya harus siap dan divaksin. Kalau sudah divaksin, kita jadi tenang. Menggeser dari pandemi ke endemi menurut saya yang paling bagus adalah vaksin," ucapnya.

Untuk capaian vaksinasi di Jateng, Ganjar mengatakan hingga kemarin sudah ada 11,1 juta warga atau 38,91 persen dari target yang sudah divaksin. Sementara vaksin kedua sudah mencapai 5,5 juta orang.

"Yang tertinggi Salatiga, Solo, Kota Magelang, Kota Semarang. Terendah ada Cilacap, Banjarnegara, Brebes, Kabupaten Magelang dan Batang. Maka saya minta dipercepat, kalau dikirim vaksin, sehari itu juga langsung dihabiskan agar ada percepatan," pungkasnya.

Program vaksinasi di kawasan Borobudur sendiri disambut antusias masyarakat. Mereka rela antre tertib sejak pagi untuk mendapat jatah vaksinasi.

"Ini antre vaksin, mau divaksin biar sehat. Harapannya setelah masyarakat divaksin semua, kondisi bisa pulih seperti sedia kala. Selama ini sepi, tidak ada wisatawan. Jadi setelah divaksin semua, harapannya wisatawan datang ramai lagi dan kita bisa jualan," kata Istikanah (41), salah satu pedagang kerajinan di kawasan Borobudur.

Hal senada disampaikan Sutarno (61), pedagang mainan dan kerajinan lainnya. Menurutnya, selama pandemi ia dan teman-temannya praktis tidak bisa berjualan karena tidak ada wisatawan yang datang.

"Kalau sudah divaksin semua, harapannya masyarakat punya kekebalan. Jadi, kondisi bisa cepat pulih. Yang jualan bisa lancar, wisatawan kembali ramai seperti dulu," ucapnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH