logo

Produktivitas Pertanian Di Kabupaten Garut Tidak Poco Poco

Produktivitas Pertanian Di Kabupaten Garut Tidak Poco Poco

26 September 2021 09:29 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - GARUT: Salah satu program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) adalah Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kostratani sukses meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, mulai dari penyuluh, petani hingga praktisi pertanian. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan Kostratani melakukan lompatan besar untuk kemajuan pertanian Indonesia. Dalam hal pengambilan pengelolaan, kata Mentan SYL, tak jadi soal jika Kostratani mengambil kebijakan sesuai diskresi yang dimilikinya. Yang terpenting, mekanisme pengambilan keputusan dan kebijakan yang diambil tak membentur aturan.

"Harus ada (langkah) extraordinary yang bisa menjadi lompatan, tapi tak menjadi masalah dari segi aturan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya pertanian yang positif dan cukup tinggi," kata Mentan SYL.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi saat mengunjungi BPP Banyuresmi menjelaskan, peran Kostratani sudah mulai terlihat untuk media belajar petani dan penyuluh. Banyak contohnya, salah satunya adalah pemanfaatan penanaman komoditas sayur mayur dan buah dengan polybag dan pekarangan. 

"Produk tani bisa dimodifikasi dan dibuat menjadi bermacam-macam produk. Valuenya tinggi dan profit petani pasti meningkat," kata Dedi, Sabtu (25/9/2021). 

Melalui Kostratani pula Dedi menilai pemasaran hasil produk telah dapat dikembangkan dan sudah dipasarkan online ke seluruh Indonesia. "Makanya penting petani kita punya bekal berwirausaha yang baik. Salah satunya adalah pemanfaatan lahan sempit menjadi hal yang umum saat ini, karena di manapun kita sebenarnya bisa bertani," ujarnya. 

Tak hanya itu, Dedi menjelaskan jika Kostratani juga berperan membangun petani milenial. "Petani milenial wajib melek teknologi, saling berkolaborasi dengan penyuluh dan insan tani lain, saling menguntungkan," papar Dedi. 

Dikatakannya, tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor. "Kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah adanya peningkatan produktivitas, yang kedua peningkatan efisiensi, yang ketiga penurunan ongkos produksi," ucap Dedi. 

Di mata Dedi, penyuluh dan petani adalah orang yang sangat mulia karena menjadi pendamping dan menyediakan pangan bagi penduduk Indonesia. Dari pantauannya di Kabupaten Garut, peoduktivitas pertanian berjalan cukup baik. "Produktivitas di sini konsisten tidak fluktuatif. Semoga terus konsisten sehingga tujuan pembangunan pertanian kita dapat tercapai," harap Dedi didampingi Kepala Dinas Pertanian Garut.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH