logo

Angka Kematian Ibu Dan Bayi Indonesia Jadi Sorotan 

Angka Kematian Ibu Dan Bayi Indonesia Jadi Sorotan 

Foto ilustrasi. (Guesehat.com)
25 September 2021 22:21 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia ternyata  salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Diperkirakan 1 ibu dan 8 bayi baru lahir kehilangan nyawa setiap jam. Sebagian besar penyebab kematian ini terjadi di rumah sakit (RS) dan seharusnya bisa dicegah sedini mungkin.

Hal ini terungkap saat peluncuran Program Momentum oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dan Direktur Misi Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Ryan Washburn secara virtual, Kamis, 23 September 2021.

Direktur USAID Ryan Washburn secara khusus menyoroti tingginya angka kematian ibu dan anak di Indonesia tersebut. Pemerintah AS pun siap mendukung Pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah dalam menyusun prioritas program maupun pendanaan yang dibutuhkan untuk meminimalisasi.

Termasuk pendampingan intensif ini diharapkan kian memperkuat tercapainya tujuan bersama yakni memerangi penyakit menular dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir. ''Pemerintah AS berkomitmen untuk terus mencegah kematian ibu dan anak di Indonesia," kata Washburn.

Menurut Washburn, Indonesia adalah salah satu mitra terkuat sehingga USAID akan terus mendukung dan memperkuat sistem kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang dapat menyelamatkan jiwa ibu dan bayi baru lahir. 

Menyediakan pelayanan kesehatan yang adil, kata Washburn, sangat penting di tengah pandemi Covid-19. "Kemitraan kami dengan pemerintah dan sektor swasta di Indonesia, berperan penting dalam mewujudkan komitmen kita bersama untuk menurunkan kematian karena penyebab yang dapat dicegah agar menjadi kenyataan,'' katanya.

Sementara itu Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha berharap hadirnya Program Momentum di Indonesia semakin memperkuat program nasional penyelamatan ibu dan bayi, memperkuat kolaborasi antar stakeholder, mendorong investasi peningkatan kesehatan ibu dan bayi sesuai standar, serta melatih daerah untuk meningkatkan kemandiriannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya untuk ibu dan bayi.

''Untuk mewujudkan generasi emas Indonesia, sektor kesehatan di Indonesia diarahkan untuk fokus pada penurunan angka jemarian ibu dan bayi serta mencegah stunting," kata Sekjen Kunta.

Jalinan kerja sama Pemerintah Indonesia - USAID dilakukan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir di Indonesia melalui Program Momentum.

Program bernilai 35 juta dolar AS ini, rencananya akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun di 6 provinsi, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Lebih jauh Sekjen Kunta mengatakan Kemenkes menyambut baik bantuan serta dukungan yang diberikan Pemerintah AS melalui USAID dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi lahir di Indonesia. Pihaknya bersama stakeholder terkait baik di tingkat pusat maupun daerah siap mendukung program Momentum demi mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri dan berkeadilan sesuai visi misi  Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di lain pihak, Kemenkes juga melakukan transformasi sistem kesehatan dari tahun 2021-2024 untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif dan berkeadilan dengan 5 outcome dan 6 pilar yang menjadi fokus kita,'' kata Kunta.

Adapun 6 pilar transformasi kesehatan tersebut adalah transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan transfromasi teknologi kesehatan.

Keenam pilar transformasi kesehatan tersebut digulirkan untuk memperkuat sistem kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama ibu dan bayi.

Tantangsn Pemerintah

Harus diakui, masalah kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Indonesia yang mendesak untuk segera diselesaikan. Apalagi,¹ angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih jauh dari target RPJMN dan SDGs.

Berdasarkan data Sampling Registration System (SRS) tahun 2018, sekitar 76% kematian ibu terjadi di fase persalinan dan1 pasca persalinan dengan proporsi 24% terjadi saat hamil, 36% saat persalinan dan 40% pasca persalinan. Yang mana lebih dari 62% kematian ibu dan bayi terjadi di rumah sakit.

Namun demikian, masih jauhnya target penurunan AKI dan AKB turut mendorong pemerintah untuk kembali memperkuat upaya-upaya strategis guna menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia. Dukungan dan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci yang bisa dilakukan untuk mencapai target RPJMN dan SDGs.

Target 5 Persen

Program Momentum sendiri akan bekerjasama dengan lembaga pemerintah, berbagai fasilitas pelayanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta, sektor swasta, akademisi, asosiasi professional, serta organisasi masyarakat sipil. 

Hal ini agar tujuan Program Momentum, yakni meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi lahir serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir hingga setidaknya 5% setiap tahunnya di wilayah kerja USAID Momentum, bisa dicapai.

''Kami gembira mengumumkan investasi utama yang ditujukan untuk membantu Indonesia meningkatkan kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y Kim.

Menurut Kim, sebagai badan pembangunan internasional terdepan dari Pemerintah Amerika Serikat, USAID akan melanjutkan kemitraan selama puluhan tahun dengan Pemerintah Indonesia dan sektor swasta untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak-anak. "USAID Momentum akan memberikan manfaat bagi keluarga-keluarga di seluruh Indonesia,'' ujarnya.

Perhatian Bersama

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah kematian ibu dan anak di masa pandemi perlu menjadi perhatian bersama. Bagaimanapun pandemi ini menyebabkan kurangnya aktivitas kesehatan masyarakat yang dilakukan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas Indonesia, Termasuk secara rutin memonitor kondisi kesehatan ibu dan anak. 

“Kami menyadari bahwa, harus segera kita kembalikan fokus bukan hanya menangani Covid tapi fokus untuk terus meningkatkan layanan bagi seluruh ibu dan anak Indonesia di mana pun mereka berada,” ungkap Menkes saat memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia tahun 2021 di RSAB Harapan Kita, Jakarta, 17 September 2021.

Informasi dari laman resmi Sehat Negeriku, Sehat Bangsaku Kemenkes, penerintah akan melakukan usaha-usaha konkrit untuk memastikan tingkat kematian ibu dan anak bisa dikurangi secara drastis. Antara lain, dengan meningkatkan tiga langkah baru,  yaitu meningkatkan cakupan imunisasi, meningkatkan jumlah kunjungan Antenatal Care (ANC), dan juga memastikan infrastruktur USG siap di setiap puskesmas. 

Kemenkes akan meningkatkan jumlah vaksin yang akan kita berikan dari 11 menjadi 14, termasuk di ?dalamnya vaksin PCV, HPV dan Rotavirus yang bisa meningkatkan kekebalan anak.

Di lain pihak, Kemenkes meningkatkan perlindungan kepada Ibu di seluruh indonesia salah satunya dari penyakit kanker serviks. Pemerintah juga sudah memutuskan akan meningkatkan Antenatal Care (ANC) dari 4 menjadi 6, dan dua di antaranya harus kunjungan bertemu dengan dokter. 

"Dengan demikian, kita dapat memonitor kondisi kesehatan calon bayi agar kita bisa memastikan anak lahir dengan sehat, dan bisa menjadi generasi penerus bangsa," ujar Menkes. 

Kemenkes juga telah meluncurkan program agar seluruh puskesmas dapat memiliki alat USG. Ini agar  dalam pemeriksaan di tingkat puskesmas sudah dapat mengamati kondisi janin di dalam kandungan ibu sebelum masa lahirnya tiba, untuk memastikan ada tidaknya komplikasi yang harus segera di tangani di fasyankes.

"Kami juga ingin mengajak semua pemangku kepentingan untuk berkomitmen dalam mewujudkan layanan ibu dan bayi yang aman agar dapat menurunkan angka kemarian ibu dan angka kematian bayi sesuai program prioritas nasional," kata Menkes Budi.

Secara khusus, Menkes berpesan bahwa sudah menjadi tugas seluruh masyarakat untuk memastikan bahwa anak cucu hidup jauh lebih siap di masa yang akan datang, dibandingkan yang ada pada saat ini.

“Mari kita perbaiki layanan kesehatan bagi ibu dan anak di seluruh Indonesia. Semoga generasi Indonesia saat ini bisa lebih baik dari sebelumnya dan generasi yang akan datang akan jauh lebih baik dari generasi saat ini” ujarnya. ***

Editor : Pudja Rukmana