logo

Utamakan Prestasi Ketimbang Gengsi Provinsi di PON Papua

Foto: Istimewa.

Utamakan Prestasi Ketimbang Gengsi Provinsi di PON Papua

26 September 2021 07:45 WIB

SuaraKarya.id - Catatan Markon Piliang

JAYAPURA: Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua sudah mulai bergulir, meski pembukaan baru akan berlangsung 2 Oktober dan akan ditutup pada 15 Oktober mendatang. Semua tim peserta, 34 provinsi yang ada di Indonesia akan mengadu peruntungan pada perhelatan empat tahunan ini untuk melihat sejauh mana prestasi hasil binaan masing-masing daerah.

PON adalah alat ukur prestasi bagi setiap provinsi. Hasil pembinaan selama persiapan panjang yang waktunya lebih kurang empat tahun akan dibuktikan pada ajang ini. Oleh karena itu, sangat diharapkan kompetisi ini berjalan dengan sportif, fair-play, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

Perlu kita sadari bersama bahwa PON bukan tujuan akhir dari sebuah pembinaan prestasi. PON adalah pijakan awal sebagai batu loncatan bagi talenta-talenta muda Indonesia yang akan dibina menjadi atlet potensial nasional masa depan. Oleh karena itu sportivitas harus dijunjung tinggi guna mencetak atlet berprestasi untuk Merah Putih di ajang yang lebih tinggi, seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Lantaran pembinaan atlet di masing-masing daerah sudah menelan biaya yang cukup besar, maka di situlah pentingnya kesadaran setiap pihak yang terlibat langsung dalam pertandingan atau lomba bersikap arif, sportif, dan bijak dalam mengambil keputusan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Terutama bagi juri yang bertugas pada nomor-nomor lomba yang tidak terukur, diminta memberikan penilaian sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah ditentukan. Seperti nomor senam, loncat indah, renang artistik, nomor-nomor seni di cabang bela diri yang sangat rentan terhadap penilaian subjektivitas. Di sini dibutuhkan hati nurani sang pengadil, jangan sampai mereka yang terbaik dikalahkan untuk memenangkan yang lain.

Bagi Pembina, mulai dari gubernur, pengurus cabor, hingga pelatih diimbau untuk menyatukan visi bahwa tujuan PON bukan pelabuhan terakhir dari sebuah pembinaan atlet jangka panjang. Kemudian demi gengsi daerah melakukan berbagai cara untuk meraih kemenangan, termasuk melakukan kecurangan.

Atlet berprestasi di PON adalah menjadi aset masa depan bangsa Indonesia. Oleh karenanya, jangan salah memilih sang juara di nomor-nomor tidak terukur. Sebab ini akan menjadi masalah di kemudian hari, dimana atlet berprestasi yang merasa dicurangi akan mundur dari dunia olahraga padahal potensinya sangat besar untuk berprestasi.

Kepada setiap kontingen, marilah kita semua yang terlibat di dalam PON Papua ini untuk berlaku sportif. Utamakan prestasi ketimbang gengsi Provinsi. Dan yang tidak kalah penting, dalam suasana hati setiap anak bangsa yang kurng nyaman di tengah pandemi Covid-19, kita perkuat persaudaraan dengan rasa senasib sepenanggungan.

Harus pula kita sadari, kita berpesta di tengah sebagian saudara-saudara kita tengah berduka. Menari di atas derita saudara kita sendiri. Banyak saudara kita yang kehilangan keluarga karena wabah covid-19. Untuk itu marilah kita rekat persaudaraan dan menjadikan PON Papua sebagai ajang silaturahmi masyarakat olahraga di Tanah Air. Selamat bertanding, sekali lagi mari kita junjung tinggi sportivitas semi sebuah bangsa.!!!

 

 

Editor : Markon Piliang