logo

Jaksa Yakin Dapat Buktikan Perbuatan Pidana Pasangan Suami Istri

Jaksa Yakin Dapat Buktikan Perbuatan Pidana Pasangan Suami Istri

sidang kasus pasangan suami istri
25 September 2021 17:34 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zainal D Arianto SH masih akan menghadirkan saksi notaris terkait kasus jual beli rumah dengan terdakwa Ronny Thedy dan Lanny Sinthiawi.

“Sidang Selasa pekan depan naotaris dengan saksi lainnya akan saya hadirkan untuk memberi keterangan,” kata Zainal, Jum'at (24/9/2021). Dia menilai apa yang didakwakan kepada pasangan suami istri itu sesungguhnya sudah kuat dalam hal pembuktian. Artinya, dakwaan melanggar pasal 167 KUHP sudah tidak terbantahkan lagi.

Namun demikian, saksi dalam BAP akan berusaha dihadirkan seluruhnya. “Agar pembuktiannya meyakinkan dan terang benderang,” katanya. Zainal menampik kalau hal itu dilakukan karena terdakwa tiba-tiba didampingi penasihat hukum dari sebelumnya menyatakan tidak memerlukan advokat terkait proses hukum perkaranya.

Pada persidangan sebelumnya, saksi notaris Jimmy, menyebutkan bahwa pembeli rumah pasangan suami istri Ronny-Lanny, pengusaha bernama Darmawan adalah seseorang beritikat baik. Selain mau menjual lagi rumah yang baru dibelinya kepada penjualnya, Darmawan juga dengan memberikan waktu 6 bulan untuk mengosongkannya. Sayangnya hingga kurang lebih 3 tahun rumah tersebut tidak juga dikosongkan atau diserahkan Ronny-Lanny kepada pembeli Dermawan. Oleh karena itu, pasangan suami istri tersebut ditudingnya sebagai penjual yang tidak memiliki itikat baik.

Notaris Jimmy mengaku melakukan pengecekan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara ketika tanah dan bangunan (rumah) di Sunter milik Ronny-Lanny hendak dibeli Darmawan. Ketika dinilai clear atau tidak ada masalah dengan kepemilikan sertifikat, Darmawan membayar Rp 1.050.000.000 kepada Ronny-Lanny. Namun mereka tidak kunjung mengosongkannya.

“Mereka penjual yang tidak memiliki itikat baik, bahkan kurang ajar dan brengsek” ujar Jimmy dalam sidang majelis hakim pimpinan Edy Junaedi SH MH dengan anggota Agung Purbantoro SH MH dan Boko SH MH.

Ketika Agung Purbantoro bertanya mengapa Jimmy sampai berkomentar keras, dia menyatakan dirinya sebagai notaris merasa dirugikan pula waktunya ketika dipanggil di Kepolisian sebagai saksi terkait jual beli rumah, yang sebelumnya pembeliannya sudah secara sah dan uang pembayarannya pun telah mereka terima dari pembelinya.

“Brengsek kan penjual begini ini Yang Mulia, ketika didatangi pembeli menanyakan kenapa rumah tersebut belum dikosongkan dan diserahkan, mereka selalu beralasan ngga ada duit, nggak ada duit. Tetapi rumah yang sudah dijual tetus ditempati dan tidak ada upaya membeli kembali sebagaimana yang diminta sebelumnya. Ini kan kurang ajar. Maka solusinya ya dilaporkan ke polisi,” kata Jimmy, yang mengaku kenal baik dengan Darmawan.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH