logo

Untuk Sementara Azis Syamsuddin Terancam Lima Tahun Penjara

Untuk Sementara Azis Syamsuddin Terancam Lima Tahun Penjara

tersangka Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
25 September 2021 17:19 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin untuk sementara ini dipersalahkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk kasus DAK Kabupaten Lampung Tengah.

Ancaman maksimal pasal ini lima tahun penjara ditambah denda. Tetapi ini baru untuk satu kasus. Penyidik KPK menyebut-sebut ada enam atau paling tidak tiga atau dua kasus lainnya melibatkan Azis Syamsuddin. Salah satunya yang tengah disidik intensif oleh KPK, kasus dugaan penyuapan penyidik KPK terkait kasus Walikota Tanjungbalai M Syahrial. Lantas akankah waktu Azis Syamsuddin bakal dihabiskan begitu banyak hanya untuk proses hukum berbagai kasus yang membelitnya?

Hukuman bisa saja di atas lima tahun jika dipertimbangkan hal-hal yang memberatkan sebagai wakil rakyat dengan jabatan Wakil Ketua DPR, tersangka tidak memberi contoh yang baik kepada rakyat. Padahal, pemerintah dan penegak hukum sendiri saat ini tengah gencar-gencarnya memerangi perbuatan menggerogoti keuangan negara/uang rakyat.

Sebagaimana diketahui wakil rakyat dari Partai Golkar dijemput paksa alias dicokok oleh aparat KPK dari rumahnya di Jakarta Selatan pada Jumat (24/9) kemarin. Walau Azis sempat berdalih sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) dan meminta penundaan pemanggilan, usai dijemput KPK dan dilakukan swab test ternyata dia negatif Covid-19, membuatnya kemudian ditahan KPK. Tentu saja setelah KPK menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

“Dia (Azis Syamsuddin) diduga telah menyuap eks penyidik KPK Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan advokat Maskur Husain (MH) sebesar Rp 3,1 miliar,” ungkap Ketua KPK Firli Bahuri, Sabtu (25/9/2021).

Uang suap tersebut diberikan Azis Syamsuddin untuk menghentikan perkara di KPK yang ditengarai melibatkan dirinya dengan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PP AMPG, Aliza Gunado. "Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AS (Azis Syamsuddin) kepada SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan MH (Maskur Husain) sebesar Rp 4 miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 miliar," tutur Firli.

Pengawas Badan Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Muslim Jaya Butarbutar meminta Azis Syamsuddin mundur dari posisi Wakil Ketua DPR RI setelah menjadi tersangka dugaan suap. Golkar sendiri akan menyiapkan penggantinya. "Kita minta beliau (Azis Syamsuddin) mengundurkan diri sebagai wakil ketua DPR. Namun jika tidak mengundurkan diri sebagai wakil ketua DPR, Golkar akan mengganti beliau," ujar Muslim Jaya Butarbutar kepada wartawan, Sabtu (25/9/2021).

Menurut Muslim, Azis sebaiknya mundur supaya tidak mengganggu kerja DPR dan untuk menjaga marwah lembaga wakil rakyat, tidak mengganggu kinerja DPR di bidang Polhukam karena itu jatah Golkar, kata Muslim. Namun, kata Muslim, Partai Golkar belum memutuskan siapa pengganti Azis. Sampai saat ini belum ada pembicaraan. Namun dalam waktu dekat bakal dibahas siapa pengganti Azis.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH