logo

Menaker Resmikan BLK Komunitas, Agar Ciptakan Tenaga Kerja Kompeten

 Menaker Resmikan BLK Komunitas, Agar Ciptakan Tenaga Kerja Kompeten

Menaker Ida Fauziyah (tengah) meresmikan BLK Komunitas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.(foto,ist)
25 September 2021 12:26 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - MINAHASA UTARA: BLK Komunitas agar bisa menciptakan tenaga kerja yang kompeten, khususnya dalam mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung maupun (KEK) Likupang.

Demikian dikatakan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, saat meresmikan BLK Komunitas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (24/9/2021).

Setelah diresmikan, BLK Komunitas ini dapat memulai menyelenggarakan pelatihan kejuruan seni kuliner. Dia menjelaskan, BLK Komunitas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah salah satu BLK Komunitas yang dibangun di tahun 2020 dan dapat memulai beroperasi menyelenggarakan pelatihan di tahun 2021.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)  telah membangun 1.014 BLK Komunitas di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2020.

“Ini adalah salah satu BLK Komunitas yang kita bangun di tahun 2020. Totalnya ada 1.014 yang kita bangun di tahun 2020. Secara total, dari tahun 2017 sampai tahun 2020 kita membangun 2.127 BLK Komunitas, yang dibangun di berbagai komunitas keagamaan,” jelas Menaker.

Dikatakannya, Kemnaker terus mengembangkan BLK Komunitas, baik dari sisi cakupan komunitas masyarakat maupun kualitas pelatihan. Dari sisi cakupan, pada tahun 2020, BLK Komunitas tidak hanya diperuntukan bagi komunitas keagamaan, namun juga menyasar komunitas Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB).

Sedangkan dari sisi kualitas pelatihan, mulai tahun 2021 ini jenis kejuruan pelatihan di BLK Komunitas telah diperluas menjadi 24 kejuruan.

“Jadi kami membangun, kami memberikan peralatan pelatihan, kami juga menyiapkan instrukturnya. Kami juga memberikan paket pelatihan. Setelah kami berikan semua, harapannya BLK Komunitas ini menjadi BLK yang mandiri, yang menyelenggarakan pelatihan di komunitas ini maupun masyarakat sekitar,” ungkap Menaker.

Di bagian lain, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyatakan, ke depan BLK Komunitas yang telah dibangun Kemnaker harus bisa mandiri. “Ini tidak selamanya dibiayai oleh kementerian, ya. Jadi ada waktunya sekian tahun. Kemudian diharapkan pengelola BLK ini mandiri,” tutur Felly.

Tak hanya mandiri dari sisi pengelolaan, dia menyebutkan, BLK Komunitas harus mampu melahirkan SDM kompeten, yang mandiri atau berwirausaha. Karena, adanya wirausaha-wirausaha baru, maka lapangan kerja akan banyak tercipta dan menyerap angkatan kerja baru.

“Dari angkatan kerja itu boleh kita latih di sini, untuk tidak selalu berharap menjadi pegawai negeri, tidak selalu berharap menjadi pegawai di kantor manapun. Namun, kita juga berharap mereka bisa mandiri, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekeliling,” ungkap Felly.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH