logo

Kuasa Hukum Dan Keluarga Terduga Begal Pertanyakan Nama Deni Wijaya Sebagai Pendampingan

Kuasa Hukum Dan Keluarga Terduga Begal Pertanyakan Nama Deni Wijaya Sebagai Pendampingan

Sidang gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Cikarang terkait kasus begal Tambelang, Kabupaten Bekasi, Kamis (23/9/2021). (FOTO: Dok/Suarakarya.id).
25 September 2021 02:22 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - CIKARANG: Bagian Hukum (Bidhum) Polda Metro Jaya selaku kuasa dari Polsek Tambelang menyebut nama pendampingan para terduga pelaku begal, Deni Wijaya dalam sidang ketiga gugatan praperadilan, di Pengadilan Negeri Cikarang, pada Jumat (24/9/2021) pagi.

Nama Deni Wijaya yang diketahui dari LBH Teratai Keadilan Nusantara (TKN) itu tertuang di salah satu materi jawaban termohon yang di mohon oleh pemohon terkait penangkapan, penahanan, penetapan tersangka serta penyitaan barang bukti.

Kemudian, tim kuasa hukum maupun keluarga terduga pelaku begal Tambelang, Kabupaten Bekasi, mempertanyakan keberadaan Deni Wijaya sebagai kuasa pendamping.

Jamaludin, SH, salah satu tim kuasa hukum, mengatakan, pihaknya sedang memverifikasi nama Deni Wijaya.

"Kalau dari pihak keluarga hanya memberikan kuasa kepada kita. Tapi kalau ada pihak lain yang mengaku-ngaku kuasa hukum, kita akan teliti kembali terkait legal standing-nya. Apakah benar-benar diberikan kuasa oleh keluarga," ujarnya saat dihubungi Suarakarya.id, Sabtu (25/9/2021).

Ia menjelaskan, tim kuasa hukum sudah diberikan kuasa dari pihak keluarga. 

"Kalau kita sudah jelas ketika kita bertindak mengajukan permohonan gugatan praperadilan dan segala tindakan hukum, semua itu ada dasarnya.

"Kita pegang surat kuasa. Kemudian kita lakukan upaya hukum sesuai dengan tugas dan tanggungjawab kita bahwa kita tercantum dalam surat kuasa," jelasnya.

Senada dengan tim kuasa hukum, pihak keluarga tak membenarkan adanya pendampingan terhadap putranya, M. Fikri maupun terduga pelaku begal lainnya. Bahkan, pihak keluarga tak mengenal nama Deni Wijaya.

"Ngak, saya ngak pernah," ucap Rusin, Orangtua Fikri.

"Tidak pernah ketemu dengan namanya Deni Wijaya," tambahnya. 

Sementara itu, LBH TKN Deni Wijaya enggan berkomentar lebih jauh terkait namanya disebut dalam sidang gugatan praperadilan sebagai pendamping para terduga begal.

"Yang jelas itu saya, itu nama saya benar, ya udah gitu aja," ucapnya.

"Jika mau panjang lebar ke kantor saya aja," katanya.

Terkait klaim tersebut, ia menyebut pada saat pendampingan saja. Namun disayangkan, Deni tak secara gamblang menyebut tanggal pendampingan.

"Saya lupa itu ada berkasnya di kantor," ucapnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto