logo

Kuasa Hukum Baru Terima Jawaban Termohon Di Sidang Ketiga Gugatan Praperadilan

Kuasa Hukum Baru Terima Jawaban Termohon Di Sidang Ketiga Gugatan Praperadilan

Sidang gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Cikarang terkait kasus begal Tambelang, Kabupaten Bekasi. (FOTO: Dharma/Suarakarya.id).
25 September 2021 00:21 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - CIKARANG: Sidang Ketiga gugatan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum terduga begal kembali digelar, pada Jumat (24/9/2021) pagi, di Pengadilan Negeri Cikarang. Agendanya, pembacaan jawaban dari termohon, yaitu Polsek Tambelang.

Sidang yang dimulai pada pukul 10.00 WIB dipimpin oleh hakim tunggal Alfajri, SH. Tim kuasa hukum menyebutkan sudah menerima jawaban dari termohon yang disampaikan oleh Bidang Hukum (Bidhum) Polda Metro Jaya sebagai kuasa dari Polsek Tambelang.

"Nanti kita akan jawab dalam bentuk replik di hari Senin (27/9/2021). Dan sekaligus juga kita sudah baca isinya seperti apa," kata Jamaludin, SH, satu dari tiga kuasa hukum.

Pihak kuasa hukum menggambarkan selama sidang pertama (ditunda), kedua dan ketiga bahwa polisi masih mengangap benar semua tindakan-tindakan yang dilakukan para tersangka.

Namun demikian, pihaknya masih menganggap bahwa praperadilan ini masih dalam kerangka ingin meluruskan tindakan-tindakan oleh kepolisian berkenaan dengan penangkapan, penahanan, penetapan tersangka dan penyitaan barang bukti.

"Banyak kejanggalan-kejanggalan yang kita temui. Kejanggalan-kejanggalan itu yang nanti akan dibuktikan dalam proses atau sidang pembuktian maupun keterangan saksi," ujarnya.

Tak Siap Beri Jawaban

Sebelumnya, pihak termohon tidak siap dengan jawaban yang diberikan oleh pemohon dalam sidang gugatan praperadilan kedua di Pengadilan Negeri Cikarang pada Kamis (23/9/2021) siang pukul 14.00 WIB.

"Terkait jawaban dari permohonan gugatan praperadilan, mereka (Kuasa hukum dari Polda Metro Jaya) belum siap. Padahal, hakim sudah memerintahkan untuk hari ini (sidang) harus sesuai dengan jawaban," kata kuasa hukum Jamaludin, SH.

Adapun dalil termohon yang harus dijawab oleh pemohon terkait proses penangkapan, penahanan, penetapan tersangka, dan penyitaan barang bukti.

"Alasan mereka baru ada kuasa. Padahal, sudah dari sidang pertama (yang ditunda) pada Senin 13 September 2021, berkesempatan untuk menyiapkan jawaban termohon," katanya.

"Namun mereka belum siap juga. Jadi kesempatan itu tidak meraka manfaatkan untuk membuat surat jawaban," tambahnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto