logo

Jampidum Ingatkan: Jangan Jadikan Perkara Komoditas Dagangan

Jampidum Ingatkan: Jangan Jadikan Perkara Komoditas Dagangan

Jampidum Fadil Zumhana
24 September 2021 19:35 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum)  Dr Fadil Zumhana mengingatkan  para Direktur, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Kepala Kejaksaan Negeri agar selalu memperhatikan manajemen penanganan perkara secara profesional, dan berpegang pada SOP yang sudah ditetapkan.

“Penanganan perkara agar selalu berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP),” kata Fadil Zumhana, Jum'at (24/9/2021). Dia juga meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Tindak Pidana Umum, Kepala Kejaksaan Negeri dan para Kasi Pidum se-Indonesia agar menjadi role model, yang melaksanakan SOP sesuai tupoksinya masing-masing dan memberikan contoh yang baik dalam penanganan perkara.

Pembaharuan dan inovasi dalam penanganan perkara tindak pidana umum diharapkan  dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Dia juga mengingatkan bahwa pendelegasian wewenang penanganan perkara oleh Kepala Kejaksaan Tinggi kepada Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi bukan berarti pendelegasian tanggung jawab, karena bila ada permasalahan dalam penanganan perkara tindak pidana umum, tetap tanggung jawab ada pada Kepala Kejaksaan Tinggi.

“Tegakan hukum secara tegas tanpa pilih kasih namun dengan tetap mengedepankan hati nurani. Bila perkara memang tidak bisa dinyatakan lengkap, harus tetap tegas menyatakan perkara tersebut tidak bisa dinyatakan lengkap. Demikian pula sebaliknya, bila memang harus dikembalikan dan diberi petunjuk, beri petunjuk P18 dan P19. Laksanakan Pedoman 3 Tahun 2019 secara komperehensif dan profesional,” ujarnya.

Dia meminta setiap Jaksa agar selalu menjaga profesionalisme dan integritas, jangan jadikan perkara sebagai komoditas dagangan, jangan jual kehormatan harga diri demi uang. Laksanakan tugas penegakan hukum dengan tegas namun humanis. “Jangan jadikan perkara perdata menjadi perkara pidana karena adanya pesanan, Jaksa jangan menjadi buldoser orang lain, pelajari dengan cermat dan teliti berkas perkara,” katanya mengingatkan.***

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH