logo

Azis Syamsuddin Tak Dapat Hadiri Pemeriksaan Jum'at Kramat

Azis Syamsuddin Tak Dapat Hadiri Pemeriksaan Jum'at Kramat

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
24 September 2021 19:31 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dinilai oleh sebagian kalangan dapat menghindarkan Jum'at kramat menimpa dirinya. Politisi Partai Golkar itu sedianya diperiksa sebagai tersangka Jum'at (24/9/2021). Namun akhirnya urung dilakukan pemeriksaan dan tentunya penahanan karena yang bersangkutan dikabarkan tengah menjalani isolasi mandiri (Isoma).

Istilah Jum'at kramat muncul saat penyidik-penyidik KPK sebelumnya kerap menjebloskan tersangka-tersangkanya seusai pemeriksaan pada Jum'at.

Bakal diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi di Lampung Tengah, Jumat (24/9/2021), Azis selanjutnya meminta KPK untuk menjadwalkan ulang pemeriksaannya pada 4 Oktober 2021.

"Saya dengan ini bermaksud menyampaikan permohonan penundaan pemeriksaan tersebut menjadi tanggal 4 Oktober 2021," demikian isi surat Azis Syamsuddin, Jumat (24/9/2021).

Azis mengaku tidak dapat memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik lantaran sedang menjalani isolasi mandiri. Namun, Azis tidak menyebut positif terpapar Covid-19. Dia hanya menulis menjalani isolasi mandiri karena sempat berinteraksi dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Saya melakukannya untuk mematuhi anjuran pemerintah untuk melakukan isoman jika berinteraksi dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan juga untuk mencegah penyebaran mata rantai Covid-19," tulis Azis dalam surat tanggal 23 September 2021 itu.

KPK sebelumnya disebut-sebut telah menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin sebagai tersangka dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara Lampung Tengah.

Nama Azis Syamsuddin juga muncul dalam surat dakwan mantan penyidik KPK, AKP Stapanus Pobin Pattuju. Azis disebutkan memberikan uang senilai Rp3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS ke Stapanus Pobin Pattuju dalam perkara suap yang menyerat Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M Syahrial, bersama dengan mantan ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH