logo

Demi Kehormatan, Kivlan Zein Tetap Banding Atas Vonis Ringan

Demi Kehormatan, Kivlan Zein Tetap Banding Atas Vonis Ringan

terdakwa Kivlan Zen
24 September 2021 19:25 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat  menjatuhkan hukuman empat bulan 15 hari pidana penjara terhadap mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Kivlan Zen terkait kasus  kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal.

Terdakwa Kivlan dinyatakan majelis hakim bersalah karena terbukti menyimpan, menyembunyikan, ataupun menggunakan senjata api beserta amunisi secara ilegal. "Majelis menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama empat bulan dan 15 hari," demikian Ketua Majelis Hakim Hakim Suhendro saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Pusat, Jumat (24/9/2021). Putusan majelis  hakim tersebut lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut yang sebelumnya menuntut agar Kivlan dihukum tujuh bulan pidana penjara.

Majelis hakim dalam  menjatuhkan hukuman terhadap Kivlan mempertimbangkan beberapa hal. Hal yang memberatkan, majelis hakim menilai Kivlan tidak mengakui perbuatannya secara terus terang dan perbuatannya meresahkan masyarakat.Sedangkan untuk hal yang meringankan, majelis hakim menilai Kivpan belum pernah dihukum dan mempunyai tanggung jawab tanggungan keluarga serta telah berusia lanjut.

Majelis hakim juga mempertimbangkan saat berdinas sebagai anggota TNI AD, Kivlan telah mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat saat tugas operasi di wilayah Papua dan Timor Timur. Kivlan juga dinilai berjasa dalam tugas misi perdamaian di Filipina dan membebaskan 10 warga Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Terdakwa berjasa dalam tugas misi menjaga perdamaian untuk penyelesaian pemberontakan Nur Misuari dengan pemerintah Filipina pada tahun 1995-1996. Terdakwa juga mempunyai jasa terhadap negara dalam tugas rahasia membebaskan WNI yang disandera di negara Filipina pada tahun 2016," ungkap majelis hakim.

Menanggapi vonis majelis hakim itu, Kivlan Zen memastikan mengajukan banding. Dia menyatakan tidak menerima dinyatakan bersalah oleh majelis hakim, meski putusannya lebih ringan dibanding tuntuntan jaksa penuntut umum. Hukuman tersebut juga menyangkut kehormatannya. "Keputusan majelis hakim yang menyatakan saya bersalah, walaupun cuma 4 bulan 15 hari, tetap saya tolak karena itu kehormatan saya. Saya akan banding," tegas Kivlan usai mendengarkan putusan majelis hakim, Jumat (24/9/2021).

Selain soal kehormatan, Kivlan menyebutkan mengapa dirinya menolak putusan hakim salah satunya karena majelis tidak mempertimbangkan pleidoi dan bukti-bukti yang mengindikasikan Kivlan tidak bersalah. "Saya banding karena tidak dimasukkan semua bukti dan saksi fakta yang membantah semua tuntutan," ucap Kivlan.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH