logo

Penggasak Uang Bank Pelat Merah Dibekuk Setelah Sekian Lama Buron

Penggasak Uang Bank Pelat Merah Dibekuk Setelah Sekian Lama Buron

terpidana buron setelah diringkus Tim Tabur
24 September 2021 19:17 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Stok buronan rupanya masih banyak. Terbukti, Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat membekuk lagi terpidana buron kasus tindak pidana korupsi pada PT Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat, Andre Nugraha Achmad Nouval di Mustika Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspekum) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jum'at (24/9/2021), membenarkan hasil kerja keras Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Tim Tabur Kejari Jakarta Pusat tersebut.

“Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1558K/PID/2005 tanggal 27 Maret 2006 terpidana melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan menjatuhkan hukuman pidana penjara 6 tahun dan denda Rp500.000.000,” ujar Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jumat (24/9/2021).

Terpidana Andre melakukan perbuatan melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sekitar Rp120.000.000.000 pada 2002.

Terpidana Andre sebelumnya telah dipanggil oleh Jaksa Eksekutor Kejati DKI Jakarta. Namun terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut. Akibatnya yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sampai akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tabur Kejaksaan Agung.

Leonard mengingatkan bahwa program Tabur Kejaksaan tiada henti memburu seluruh DPO Kejaksaan. Jika tidak segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya yang melanggar hukum maka yang bersangkutan akan terus diburu sampai akhirnya bertekuk lutut. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH