logo

Airlangga Dan Ganjar Pimpin Tradisi Grebeg Apem Yaqowiyyu

Airlangga Dan Ganjar Pimpin Tradisi Grebeg Apem Yaqowiyyu

Airlangga dan Ganjar pimpin Grebeg Apem Yaqowiyyu. (Istimewa)
24 September 2021 16:33 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - KLATEN: Pesta tradisi Grebeg Apem Yaqowiyyu Kyai Ageng Gribig di Jatinom, Kabupaten Klaten, tetap berjalan, meski sederhana karena masih dikepung pandemi Covid-19.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, turut memimpin pesta tradisi Grebeg Apem Yaqowiyyu, yang sering menyedot perhatian wisatawan tersebut, Jumat (24/9/2021).

Tradisi pembagian apem yang dilakukan secara turun temurun sejak 400 tahun silam ini, rutin digelar setiap tahun pada bulan Safar. Jika biasanya Grebeg Apem Yaqowiyyu Kyai Ageng Gribig dilakukan meriah, kali ini digelar sangat sederhana.

Acara dimulai dengan salat Jumat berjamaah. Kemudian Airlangga dan Ganjar bersama sejumlah anak cucu Kyai Ageng Gribig berziarah ke makam Kyai Ageng Gribig dan berdoa bersama.

Selepas itu, Airlangga dan Ganjar diminta keturunan Kyai Ageng Gribig untuk membagi-bagikan apem kepada masyarakat yang ada di sana. Biasanya, apem dibagi-bagikan dengan cara dilemparkan dan diperebutkan ribuan orang. Namun kali ini, apem dibagikan secara simbolis, kemudian pasukan Gojek diminta berkeliling membagi-bagikan apem kepada masyarakat.

Ganjar mengapresiasi masyarakat Klaten yang tetap menggelar tradisi itu. Meski suasananya agak berbeda karena tidak bisa meriah, namun tetap dijalankan dengan khidmad.

"Suasananya agak berbeda, karena hari ini tidak bisa rame-rame membagi apem dengan kehadiran masyarakat yang masif. Namun tetap dirayakan masyarakat karena ini cerita budaya dan religi peninggalan mbah Gribig," kata Ganjar.

Ada banyak nilai dari tradisi Grebeg Apem Yaqowiyyu. Selain menggambarkan bagaimana penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Kyai Ageng Gribig tempo dulu dengan pendekatan kultural, tapi juga ada nilai ekonomi yang mengikuti.

"Ada nilai ekonomi yang luar biasa. Dalam acara ini, ekonomi masyarakat tumbuh. Orang buat apem saja, kemarin habis 6 ton bahan bakunya. Belum lagi biasanya banyak orang datang dari berbagai daerah dan tentu bisa menggeliatkan ekonomi masyarakat," ucapnya.

Ganjar berharap, tradisi Grebeg Apem Yaqowiyyu tetap lestari. Tahun depan, ia berharap tradisi ini bisa digelar seperti sebelum pandemi.

"Mudah-mudahan tahun depan sudah baik dan acara bisa digelar meriah," tutupnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tradisi Yaqowiyyu merupakan tradisi bagi-bagi apem yang dilakukan sejak Kyai Ageng Gribig. Tradisi itu sudah dilakukan lebih dari 400 tahun.

Airlangga sendiri mengaku masih keturunan anak cucu Kyai Ageng Gribig. "Simbah ini memberikan pengajaran tentang konsep berbagi. Selain itu, simbah Gribig juga menciptakan kegiatan ekonomi melalui pembuatan apem. Acara ini tiap tahun digelar, pak Ganjar juga beberapa kali ikut," katanya.

Karena pandemi, acara tidak digelar seperti biasa. Protokol kesehatan harus dilakukan, namun acara tetap digelar meski berbeda.

"Makanya kami mengajak ojek online untuk membagikan kepada masyarakat. Biasanya kan masyarakat datang. Kalau acara seperti biasa, prokesnya jelas tidak memungkinkan," ucapnya.

Airlangga juga mengapresiasi penanganan Covid-19 di Jateng. Saat ini, sejumlah daerah di Jateng kondisinya sudah membaik.

"Klaten alhamdulillah sudah turun ke level 3, mudah-mudahan ke depan semakin turun dan ekonomi masyarakat di Klaten dan Jateng bisa bergerak," pungkasnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto