logo

Terjadi Pelanggaran PTM, Sekolah Abai Prokes Diminta Kembali Daring

Terjadi Pelanggaran PTM, Sekolah Abai Prokes Diminta Kembali Daring

Ganjar sidak ke SMKN 1 Tengaran Semarang. (Istimewa)
24 September 2021 13:23 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan, sekolah yang masih abai prokes selama pembelajaran tatap muka (PTM), sebaiknya kembali belajar secara daring.

Hal itu ditegaskan Ganjar, tekait dengan masih ditemukannya sejumlah pelanggaran di SMKN 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, dalam sidaknya Jumat (24/9/2021).

Ganjar dengan tegas meminta sekolah segera memperbaiki kekeliruannya, atau kalau tidak sanggup maka dilarang menggelar PTM, dan harus kembali belajar secara daring.

Awalnya, ia menemukan ada banyak anak memakai seragam sekolah berboncengan sepeda motor dan tidak memakai masker saat melintas di Tengaran, Kabupaten Semarang. Ganjar yang sedang perjalanan menuju Klaten meminta sopirnya mencari sekolah yang ada di daerah tersebut.

Ganjar kemudian berhenti di SMKN 1 Tengaran. Di depan sekolah, ia melihat banyak sekali anak-anak sedang berkerumun sambil jajan makanan ringan.

"Ayo jangan berkerumun, jaga jarak. Sudah diajari protokol kesehatan apa belum sama guru?," tegur Ganjar pada sejumlah siswa.

Ganjar pun langsung masuk ke sekolah. Seorang pria bernama Haris Wahyudi yang diketahui sebagai kepala sekolah SMKN 1 Tengaran langsung terkejut. Ia pun mendampingi Ganjar saat mengecek pelaksanaan pembelajaran

"Sudah PTM? Gimana pelaksanannya, sudah berjalan aman," tanya Ganjar pada Haris.

Haris pun mengatakan sudah melaksanakan PTM dan menjalankan protokol kesehatan. Namun saat Ganjar masuk ke ruang-ruang kelas, ia menemukan sejumlah pelanggaran.

Setidaknya ada tiga pelanggaran yang ditemukan saat melakukan sidak. Diantaranya ada siswa yang duduk berdua dan dua-duanya tidak memakai masker, guru yang mengajar sambil melepas masker dan ada siswa praktik yang tidak menjaga jarak.

"Itu pak, sudah melihat kan kesalahannya. Sekarang mau apa? Sebenarnya jenengan siap apa tidak melaksanakan PTM. Kalau siap jangan seperti ini. Tadi di luar juga saya lihat, anak-anak yang pulang sekolah naik motor bonceng tiga dan semuanya tidak pakai masker," tegur Ganjar pada kepala sekolah.

Ganjar langsung meminta kepala sekolah segera melakukan evaluasi. Ia meminta detik itu juga kepala sekolah menggelar rapat dengan guru dan seluruh pegawai. Jika memang tidak sanggup, maka diminta proses pembelajaran kembali dilakukan secara daring.

"Jangan sampai terjadi seperti di Purbalingga. Jadi saya tanya sekarang siap apa tidak melaksanakan PTM. Kalau siap harus diperbaiki. Saya minta hari ini kumpulkan semua guru, satpam dan semua pegawai sekolah. Rapatkan hari ini juga, hasil rapatnya dilaporkan ke saya sore nanti," tegasnya.

Ganjar juga meminta sekolah membuat Satgas Covid. Tugasnya adalah patroli tiap hari memastikan protokol kesehatan berjalan baik mulai anak-anak masuk ke sekolah, proses belajar mengajar sampai pulang.

"Kalau ada yang melanggar, langsung tegur. Dicek nama anaknya siapa. Kasih peringatan pertama. Kalau besok melanggar lagi, dia tidak boleh sekolah. Harus tegas. Gurunya juga begitu, soalnya tadi saya lihat ada guru tidak pakai masker juga. Ini nggak boleh terjadi lagi," ucapnya.

Testing secara berkala juga harus dilakukan. Untuk itu, ia memerintahkan pihak sekolah bekerja sama dengan Dinkes atau Satgas Covid di daerahnya untuk melakukan random tes secara berkala.

Kepala Sekolah SMKN 1 Tengaran, Haris Wahyudi dan sejumlah guru di sekolah itu menegaskan, mereka siap melaksanakan PTM. Pihaknya siap melakukan evaluasi dan perbaikan atas pelanggaran yang terjadi.

"Baik bapak, hari ini juga akan kami gelar rapat evaluasi untuk perbaikan," ucap Haris.

Selain SMKN 1 Tengaran, Ganjar juga sempat mengecek SMPN 2 Tengaran yang berada di depan sekolah itu. Namun saat itu, proses belajar mengajar sudah selesai sehingga Ganjar hanya bertemu dengan guru dan pegawai.

"Tolong dijaga prokesnya, jangan lelah mengedukasi anak-anak untuk ketat protokol kesehatan. Guru-guru juga tidak boleh abai. Mari jaga anak-anak kita agar tetap sehat," pinta Ganjar.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto