logo

Sambut Hari Maritim 2021, Jokowi: Kita Harus Menjadi Raja Di Laut Kita!

Sambut Hari Maritim 2021, Jokowi: Kita Harus Menjadi Raja Di Laut Kita!

Presiden Jokowi. (Dok Setkab)
23 September 2021 22:31 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 17 ribu pulau bergaris pantai sepanjang lebih dari 108 ribu km, lengkap dengan  kekayaan hayati laut terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia menjadi poros maritim dunia hingga mampu memperkokoh pertumbuhan ekonomi (economic growth) nasional.

"Identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus-menerus kita pulihkan dan kita kokohkan. Bukan melalui jargon-jargon kemaritiman semata, tetapi melalui kerja nyata di berbagai bidang," kata Presiden menyambut Hari Maritim Nasional Tahun 2021, Kamis, 23 September 2021 secara virtual.

"Kita harus bekerja keras untuk meningkatkan konektivitas laut. Kita harus meningkatkan keamanan maritim untuk melindungi kepentingan rakyat dan kepentingan nasional kita. Kita harus memberdayakan potensi maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan untuk meningkatkan nilai tambah, serta mempersatukan negara kita Indonesia," ujar dikutip dari laman resmi Setkab. 

Presiden menjelaskan, pemerintah telah dan terus bekerja untuk meningkatkan konektivitas ribuan pulau Indonesia. Bukan hanya melalui pembangunan pelabuhan besar dan kecil yang berada di pulau-pulau kecil dan terisolir, tetapi juga menghubungkannya melalui program tol laut untuk mempermudah mobilitas barang dan orang antarpulau dalam rangka menjamin pelayanan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal. 

Walaupun lokasinya jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi nasional, kata Presiden, pulau-pulau terpencil dan masyarakat pantai memiliki potensi perekonomian yang tinggi. Potensi industri pangan yang berbasis laut seperti perikanan dan hayati laut, potensi pariwisata maritim dengan memanfaatkan kekayaan dan keindahan laut, potensi industri obat dan suplemen kesehatan berbasis kekayaan hayati dan nabati laut, bisa menjadi basis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merata ke seluruh pelosok Nusantara. 

Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi menempati posisi sangat strategis untuk mendukung upaya tersebut. Pemanfaatan dan pengembangan iptek di dunia perkapalan dan pertumbuhan industri perkapalan dalam negeri harus terus-menerus diupayakan, bukan hanya industri pembuatan kapal saja, tetapi juga industri jasa perhubungan dan jasa logistik berskala global harus terus dikembangkan. "Kita harus menjadi raja di laut kita," ucap Presiden.

Menurut Presiden, cara melihat laut juga harus berubah. Laut bukanlah pemisah. Laut adalah penghubung antarpulau. Laut bukanlah belakang rumah yang dipunggungi, tetapi halaman rumah tempat menghadap. Laut bukanlah tempat untuk membuang yang tidak diperlukan, tapi tempat bersandar hidup. Laut adalah sumber penghidupan di mana banyak rezeki tersimpan di dalamnya. Laut adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dimuliakan. 

Oleh karena itu, pemanfaatan kekayaan laut harus dilakukan secara bijak. Laut harus dijaga untuk kepentingan generasi sekarang dan juga generasi yang akan datang. Pemanfaatan sumber daya maritim itu perlu, tapi harus secara arif dan bijak. Penangkapan ikan di laut itu perlu, tapi pola penangkapannya harus terukur sesuai asas keberlanjutan sumber daya laut. 

"Sekali lagi, sikap arif dan bijak, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara arif dan bijak akan membuat kita menjadi negara yang kuat dan makmur berbasis kekuatan kemaritiman kita. Selamat Hari Maritim Nasional. Mari kita wujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Indonesia yang maju dan berkeadilan," ucap Presiden. ***