logo

DKK Solo Lakukan Tes Swab Antigen Acak Antisipasi Klaster PTM

DKK Solo Lakukan Tes Swab Antigen Acak Antisipasi Klaster PTM

DKK Solo lakukan tes swab Antigen bagi siswa SMK 2 Solo
22 September 2021 23:41 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo melakukan tes swab Antigen secara acak untuk siswa sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya klaster Covid-19 dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Tes swab Antigen secara acak tersebut telah dimulai di SMK 2 Solo, Rabu (22/9/2021), sebanyak 170-an siswa dan guru di sekolah tersebut menjalani tes swab Antigen yang dilakukan secara mendadak. Dari hasil tes swab tersebut, semuanya negatif.

Terkait tes swab Antigen acak tersebut Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku telah memerintahkan DKK Solo.

"Testing dilakukan secara acak, saya sudah minta ke DKK untuk melakukannya. Harapannya tidak ada klaster lah di sekolah-sekolah," kata Gibran seusai meninjau RSUD Kota Solo, Rabu (22/9/2021).

Lebih lanjut Gibran mengatakan jika hasil tes swab Antigen acak ditemukan ada yang positif maka pihaknya akan menghentikan sementara PTM di sekolah tersebut.

"Hasilnya semua negatif, tenang saja," ujarnya.

Disinggung tentang kepatuhan sekolah terhadap penerapan protokol kesehatan selama PTM, Gibran mengatakan sudah berjalan cukup baik.  Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih menambahkan tes swab Antigen acak akan terus dilakukan. Tes akan dilakukan secara mendadak dan tidak terjadwal untuk waktu dan lokasi sekolahnya.

"Tes menyasar murid, guru, karyawan termasuk penjaga sekolah. Pokoknya dilakukan secara mendadak," tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati. Pihaknya siap melakukan tes swab Antigen acak ke sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh Wali Kota Solo.

"Sekolah kan juga didampingi puskesmas, puskesmas juga akan memantau terus," ujarnya.

Menurut Etty, tes swab Antigen tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah yang berasa dibawah Pemkot Solo tetapi juga SMK dan SMA dibawah Provinsi Jawa Tengah. ***

Editor : Markon Piliang