logo

Kemensos Lanjutkan Perlindungan Sosial Melalui Program Bansos

  Kemensos Lanjutkan Perlindungan Sosial Melalui Program Bansos

Mensos Tri Rismaharini. (foto,ist)
22 September 2021 21:58 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tetap melanjutkan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Dengan anggaran Rp78,25 triliun Tahun Anggaran (TA) 2022 yang sudah disetujui DPR RI.

Untuk itu, Kemensos mengalokasikan Rp74,08 triliun (94,67 persen) untuk belanja bansos. Dengan gambaran tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, di Jakarta, Rabu (22/9/2021) menyatakan, Kemensos tetap akan melaksanakan tugas perlindungan sosial melalui program bansos.

Mensos memastikan, pemerintah tidak akan menghentikan bantuan kepada masyarakat miskin terdampak pandemi.

"Bantuan sosial untuk masyarakat miskin dan rentan, terus berlanjut. Tahun depan, Kemensos menganggarkan Rp74,08 triliun atau 94,67 persen untuk bantuan sosial. Jadi tidak benar kalau Kemensos menghentikan program bansos,” ujarnya menegaskan.

Program bansos yang dikelola Kemensos terdiri dari bansos reguler dan bansos khusus. Bansos reguler dirancang untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan kemiskinan. Bansos reguler adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako.

“PKH dan BPNT terus berjalan baik ada atau tidak ada pandemi. Karena memang dimaksudkan untuk penanganan kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM unggul,” terang Mensos.

Adapun bansos khusus memiliki karakteristik berbeda. Bansos khusus eksisting yang dikelola Kemensos adalah Bantuan Sosial Tunai (BST).

“BST ini dirancang untuk kedaruratan, bukan untuk keperluan permanen. BST diluncurkan pemerintah terkait dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seiring tingginya angka penularan virus saat itu,” ungkapnya.***

Editor : Markon Piliang