logo

Multiplier Effek Bagi Pertumbuhan Ekonomi Kota Sorong, Papua Barat

Multiplier Effek  Bagi  Pertumbuhan Ekonomi Kota Sorong, Papua Barat

22 September 2021 21:24 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KOTA SORONG: Kepala Badan Pusat Statistik  (BPS) Kota Sorong, Papua Barat, Ir. Merry, M.P, mengatakan, berdasarkan survei pihaknya  di lapangan, menunjukkan  banyak  sektor  dapat memberikan  multiplier effek bagi pertumbuhan  ekonomi di  daerah ini (kota Sorong,Red).

Sektor pemberi manfaat berganda itu  adalah  bidang Pertanian, misalnya. Kalau  sektor pertanian lebih pada  tanaman pangan. Yaitu produksi pangan, yang didukung  luas panen tanaman  pangan.

Contoh  tanaman pangan seperti ubi kayu, yang  diproduksi di kota Sorong, 784 ton pada luasan  panen 29 hektare  tahun 2020.

Kemudian   hortikultura . Yaitu buah dan sayuran   musiman. Buah dan sayuran tahunan. Tanaman hias  dan biofarmaka.

Kemudian data Perikanan,  yaitu pelaporan  dari perusahaan perikanan dan  TPI di kota Sorong per  triwulan, menunjukkan  pertumbuhan  ekonomi bergairah di sektor ini.

BPS Kota Sorong juga  melakukan survei di sektor Pertambangan, energi dan konstruksi  serta industri. Survei yang dilakukan  pada pekerjaan konstruksi , industri besar sedang.

Industri besar sedang  (IBS) tahunan. Industri  besar  dan sedang  bulanan . Kemudian juga survei dilakukan di  industri mikro kecil.

Antara lain, industri mikro dan kecil triwulan . Dan, industri mikro dan kecil tahunan. Itu,  semua dilakukan BPS Sorong dalam rangka  mengetahui perkembangan keekonomian di daerah ini. Untuk, dilaporkan kepada provinsi dan pusat.  Termasuk, disebarluaskan kepada masyarakat.

BPS Kota sorong, juga  mengadakan survei harga konsumen ke lokasi pencatatan harga. Di antaranya,  pasar tradisional,  pasar modern, outlet/web dan pasar online. Sedangkan periode survei adalah mingguan, dwiminggu dan bulanan.

Kemudian,  kelompok pengeluaran. Antara lain:  bahan makanan ; makanan jadi; minuman; rokok  dan tembakau. Kemudian survei juga dilakukan di sektor   perumahan,  air, listrik, gas, dan bahan bakar.

Selanjutnya,  survei sektor  sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olahraga. Lalu, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Dikatakan  Ir. Merry, pertumbuhan ekonomi  seperti proses kenaikan output  per kapita secara terus menerus  dalam waktu yang panjang.

Sedangkan  pembangunan ekonomi yaitu  proses kenaikan pendapatan  total dan pendapatan  per kapita dengan  memperhitungkan  pertambahan penduduk.  Dan, perubahan fundamental  struktur ekonomi suatu negara. Serta, pemerataan  pendapatan bagi suatu negara.

Untuk diketahui bahwa  jumlah penduduk di kota Sorong pada Sensus Penduduk (SP)  2020 tercatat 28,41 ribu jiwa.  Angka kemiskinan  12,99  % . Sedangkan pengangguran  9,93 %. Dan inflasi  Agustus 2021 : -1.04 persen. Pertumbuhan ekonomi Kota Sorong  tahun 2020   adalah – 3,22 %.

BPS Kota Sorong,  juga memiliki  pelayanan perpustakaan. Di sini disiapkan untuk pelayanan  konsultasi  Statistik. Datang langsung  konsultasi statistik , bisa juga melalui online. Terkait penjualan  publikasi , datang  langsung. Kemudian,  penjualan publikasi media online . Dan, rekomendasi kegiatan statistik. Serta, hasil survei, menunjukkan bahwa  97.20  % pengunjung merasa  puas terhadap  kualitas data  BPS Kota Sorong.

Kegiatan BPS Kota Sorong, Rabu  (22/9/2021) ini adalah untuk sosialisasi  metode publikasi mekanisme kerja BPS. Karena, hingga kini masih banyak masyarakat belum dapat membedakan antara BPS dan BPJS.

Menurut Pemred  Media  SorongNews, Olha Mulalinda, SE., terkait penulisan angka-angka laporan statistik, ini memang harus disosialisasikan  secara kontinu kepada masyarakat melalui media massa. “Sehingga masyarakat paham terkait inflasi juga deflasi. Dan masih banyak lagi,” kata Olla.

Dalam diskusi terakhir  sebelum  selesai  acara ini Kepala BPS Kota Sorong, Ir Merry,  juga menjelaskan bahwa  berdasarkan hasil analisis multiplier tenaga kerja dapat diketahui bahwa sektor yang memiliki nilai multiplier tenaga kerja tertinggi adalah sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

Dikatakan Merry, kondisi ini  sesuai dengan teori basis ekonomi yang  menyatakan bahwa faktor penen  terutama pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berhubungan langsung dengan permintaan barang dan jasa dari luar daerah.

 Pertumbuhan industri yang menggunakan sumber daya lokal, termasuk tenaga kerja dan bahan baku untuk diekspor akan menghasilkan kekayaan daerah dan penciptaan peluang kerja (job creation). Serta, hal tersebut juga sejalan dengan konsep multiplier effect yang mengkaji tentang suatu dampak ekonomi.

Merry, mengajak masyarakat Indonesia agar  dapat mengakses  data pertumbuhan ekonomi Kota Sorong melalui follow  US  youtube BPS Kota Sorong,  facebook bpaskotasorong dan instagram  bpskotasorong. ***