logo

Hujan Angin Di Depok Tumbangkan Pohon Dekat Rel, Hambat Perjalanan KRL

Hujan Angin Di Depok Tumbangkan Pohon Dekat Rel, Hambat Perjalanan KRL

Kereta rel listrik (KRL)
21 September 2021 21:55 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Hujan angin di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021), tidak hanya membuat kemacetan lalu lintas di ruas jalan kawasan Depok Lama, juga membuat perjalanan kereta rel listrik (KRL) terganggu.

Penyebabnya pohon tumbang sekitar pukul 17.00 WIB. Pada jam tersebut hujan lebat disertai angin kencang lebih kurang 30 menit. Selain pohon besar bertumbangan, sejumlah media luar ruang pun rubuh.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan dipadati kendaraan karena tak bisa bergerak atau macet total.

Begitupun KRL ke arah Bogor hanya sampai Stasiun Depok Lama karena ada pohon besar tumbang melintang di rel kereta.

Sebab, tidak mudah dan cepat untuk menyingkirkan pohon besar yang tumbang.

Untuk menyingkirkan pohon besar yang tumbang dan perbaikan perlintasan KRL membutuhkan waktu satu jam lebih.

"Kami imbau tetap menjaga keamanan, keselamatan serta protokol kesehatan dan tidak memaksakan diri jika KA nampak mulai padat," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Diketahui, gangguan KRL terjadi pada Selasa sore. Disebut gangguan terjadi di sekitar Stasiun Depok.

"KAI Commuter memohon maaf atas kendala perjalanan di lintas Manggarai-Depok/Bogor PP yang terjadi mulai pukul 17.20 WIB. Kendala terjadi karena adanya pohon tumbang yang menghalangi Listrik Aliran Atas (LAA) pada jalur rel di sekitar Stasiun Depok," katanya.

Anne mengatakan, petugas segera dikerahkan ke lokasi untuk menyingkirkan batang pohon yang tumbang di jalur KRL di sekitar Stasiun Depok.

Perjalanan KRL, tuturnya, dua dari arah Bogor menuju Manggarai juga tertahan sementara.

"Dalam upaya menyingkirkan pohon dari jalur, untuk sementara LAA dipadamkan. Saat ini perjalanan KRL dari arah Bogor menuju Manggarai tertahan dan menunggu penanganan yang sedang dilakukan petugas di lokasi pohon tumbang," katanya. ***

Editor : Pudja Rukmana