logo

Covid-19, 50% kabupaten/kota Di Jatim Sudah Masuk Level 1

  Covid-19, 50% kabupaten/kota Di Jatim Sudah Masuk Level 1

21 September 2021 16:55 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Penanganan kasus covid-19 di Jawa Timur membuahkan hasil. Hasil assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI per 19 September 2021 yang dirilis pada tanggal 20 September 2021, sebanyak 38 kab/kota di Provinsi Jatim  sudah keluar dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dan 3.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, raihan itu merupakan hasil kerja keras, sinergi, serta kolaborasi dari berbagai elemen strategis masyarakat. "Bukan hanya  pemprov,  tetapi forkopimda, pemkab/pemkot, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat," ujarnya, Selasa (21/9/2021).

Pihaknya bersyukur karena setelah  Provinsi Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang pertama masuk pada level 1 di Pulau Jawa - Bali bahkan  di Indonesia. Sekarang 50% kabupaten/kota di Jatim masuk level 1 dan 50 % level 2. Meski demikian pihaknya meminta warga untuk tetap waspada dan terus disiplin protokol kesehatan dan melakukan percepatan vaksinasi.

Untuk level 1 mengalami peningkatan dari assesment tanggal 14 September 2021 dan 19 September 2021. Yang sebelumnya terdapat 10 kabupaten/kota menjadi 19 kabupaten/kota. Yaitu  Kab Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Magetan, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, Jember, Gresik, dan Banyuwangi.
 
Sedangkan untuk level 2 terdapat pada 19 kabupaten/kota di Jatim sesuai hasil assesment Kemenkes RI per tanggal 19 September 2021. Yaitu , Kab. Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kab. Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Bangkalan.
 
Sementara berdasarkan situasi Covid-19 di tingkat provinsi, Jatim masih menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa - Bali yang  berada pada level 1. Sedangkan saat ini terdapat empat  provinsi di Jawa - Bali   berada pada level 2 dan dua  provinsi berada level 3.
 
Menurut Mantan Mensos RI tersebut, assesment yang dilakukan Kemenkes RI itu mengacu pada 6 parameter yaitu Kasus Konfirmasi, Rawat Inap RS, Kematian, Testing, Tracing dan Treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.Dari keenam parameter tersebut, Provinsi Jawa Timur semuanya memenuhi standar dari standart  WHO maupun Kemenkes RI.

Misalnya, kasus konfirmasi Jatim berada pada level 1 dengan angka 6,38 per 100 ribu penduduk/minggu. Angka tersebut di bawah standar yang ditetapkan Kemenkes RI yaitu di bawah 20 per 100 ribu penduduk/minggu. Rawat inap RS berada pada level 1 dengan angka 1,37 per 100 ribu penduduk/minggu di bawah standar Kemenkes RI yaitu <5 per 100 ribu penduduk/minggu.
 
Tingkat kematian berada pada level 1 mencapai 0,42/100 ribu penduduk/minggu di bawah ketentuan Kemenkes RI yaitu <1/100 ribu penduduk/minggu. Begitu juga dari segi tracing, testing dan treatment dinilai memadai sesuai hasil assement Kemenkes RI.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH