logo

Kuasa Hukum Tolak Rekonstruksi Ulang Kasus Begal Oleh Polsek Tambelang

Kuasa Hukum Tolak Rekonstruksi Ulang Kasus Begal Oleh Polsek Tambelang

Ilustrasi rekonstruksi kasus begal. (FOTO: JPNN).
20 September 2021 23:10 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - CIKARANG: Polsek Tambelang, Kabupaten Bekasi, kembali menggelar rekonstruksi ulang kasus terduga pelaku begal pada Senin (20/9/2021) sekira pukul 17.00 hingga 18.00 WIB, di Halaman Kantor Cabang Telkom.

Sebelumnya, polisi melakukan reka ulang pada 15 September 2021 sekira pukul 10.30 sampai 12.00 WIB, di Halaman Kantor Cabang Telkom, persis di depan Mapolsek Tambelang.

Dalam rekonstruksi tersebut, tim kuasa hukum para terduga pelaku begal kembali menolak. Pasalnya, kasus itu sudah masuk dalam praperadilan di Pengadilan Negeri Cikarang sejak 13 September 2021.

"Sebenarnya ini kan sudah masuk proses sidang praperadilan, tapi mereka tetap meminta kami untuk jadi kuasa hukum dalam reka ulang," ujar Ira Yustika Lestari saat dikonfirmasi awak media.

"Kita sudah menolak, mas. Karena kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan," tambah dia.

Ia menilai, rekonstruksi ulang yang dilakukan kembali oleh polisi cacat hukum. 

"Karena kami sudah berkirim surat ke Kejaksaan Negeri Cikarang bahwa kasus ini masuk kembali proses persidangan pada Kamis (23/9/2021). Namun mereka tetap kekeh untuk melakukan ini. Jadi, menurut kami cacat hukum," tegasnya.

Ia mengaku, pihaknya diminta hadir dalam rekonstruksi, namun tanpa undang resmi. 

"Mereka hanya telepon saya, tidak ada undangan resmi sama sekali. Dan mendadak harus hadir hari ini (sore) pukul 16.00 WIB," kata Ira.

Ia pun menilai, rekonstruksi yang dilakukan Polsek Tambelang tergesah-gesah. Mereka dalam melakukan proses dengan cepat agar berkas P21 dapat diserahkan ke kejaksaan.

"Jadi, saya melihatnya bahwa ini sih sepertinya akal-akalan saja supaya tanggungjawab itu dilimpahkan ke kejaksaan," tandasnya.

Ia berharap agar pihak kejaksaan dapat melihat secara objektif dan profesional dalam penegakan hukum yang sebenar-benarnya. 

"Tadi kita juga dapat informasi dari keluarga (terduga) bahwa pihak Jaksa melihat hanya setengah perjalanan rekonstruksi. Mungkin mereka juga sudah mengira-ngira bahwa ini banyak kejamggalan-kejanggalan," pungkasnya. 

Untuk diketahui, rekonstruksi ulang dihadiri oleh pihak polisi, Kejari Cikarang maupun keluarga korban dan keluarga terduga pelaku begal. Adapun rekonstruksi diperagakan oleh korban dan empat terduga begal. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH